by

Lekipera Minta Polres MBD Tuntaskan Kasus Judi

beritakotaambon.com – Upaya Polres Maluku Barat Daya (MBD) untuk memberantas judi di kabupaten itu, mendapat apresiasi dari masyarakat.

Apalagi langkah tegas itu diambil tanpa pandang bulu, dengan meringkus salah satu oknum pimpinan OPD di kabupaten tersebut.

“Langkah Polres MBD patut diapresiasi, apalagi dari keempat pelaku itu, ada diantaranya salah satu pimpinan OPD Pemda MBD dan oknum Polisi,” terang salah satu tokoh masyarakat MBD, Hery Lekipera, Minggu (29/8).

Walau demikian, Lekipera berharap, kasus tersebut jangan hanya sampai pada proses penangkapan saja. Namun harus ditindaklanjuti hingga tuntas di pengadilan.

”Saya minta kepada Pihak Polres MBD, agar jangan tebang pilih soal pemberantasan judi. Proses dan hukum pelaku-pelaku tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD MBD itu.

Baca juga: Polsek KPYS Sita 235 Liter Miras

Untuk itu, Lekipera berjanji akan mengawal proses hukum keempat pelaku judi yang tertangkap tersebut. “Sehingga ini bisa menjadi efek jera bagi seluruh masyarakat MBD, lebih khusus masyarakat kota Tiakur,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Agus Tenlima, diciduk anggota Satuan Reskrim Polres MBD.

Agus diciduk karena asik berjudi dengan dua warga serta seorang oknum Polisi, di kediaman Ateng Miru, Jalan Perempatan, depan Apotik Farma, Tiakuar, Kabupaten MBD, Jumat (27/8).

Kapolres MBD, AKBP Dwi Bachtiar Rivai, mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan infomasi dari masyarakat.

Berdasarkan informasi itu, lanjutnya, tim Satuan Reskrim Polres MBD yang dipimpin Bripka Gunawan Santoso bersama anggota Propam, langsung menuju TKP.

Di TKP, ditemukan empat tersangka pelaku judi, yakni, AT (Kadis Pora) MBD , BR (Oknum Polisi), FK (ASN di Dinas Pariwisata MBD) dan OP (warga Tiakur). Mereka kemudian langsung diamankan oleh petugas ke Mapolres MBD.

“Dari penggrebekan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang denga jumlah Rp 1.030.000 dan kartu merk keris sebanyak dua DOS,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan, atas dasar tersebut keempat pelaku akan dikenakan pasal 303 KUHP, dengan maksimal masa hukuman 10 tahun penjara.

Baca juga:
Pekan Ini, Pembunuh Warga Hatiwe Divonis

“Untuk oknum Polisi yang terlibat dalam perjudian tersebut, akan dikenakan dua proses hukum. Yakni ditindak dengan pidana umum serta kode etik profesi Polri. Dan proses dipastikan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Kapolres. (GEM)

Comment