by

Lekipera Minta Proyek Dermaga Feri Moa Diusut

beritakotaambon.com – Pekerjaan proyek pembangunan Dermaga Feri Penyeberangan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tidak sesuai dengan rencana pembuatan pembangunan. Padahal pembangunan Dermaga Feri tersebut sudah capai tahap tiga, yang anggarannya bersumber dari APBN.

Untuk itu, salah satu tokoh masyarakat MBD, Hermanus Lekipera, meminta agar penegak hukum mengusut proyek tersebut.

Menurut Lekipera, proyek tahap III tersebut dikerjakan oleh CV. Fashar Bangun, dengan nilai proyek Rp.9.6 miliar, sesuai Nomor Kontrak: 3/Kontrak-Fisik/PPKSARPRAS/BPTD-XXIII-2020, dengan masa kerja 180 hari, terhitung 19 Juni-15 Desember 2020.

Baca juga: Proyek Puluhan Miliar Cipta Karya Terbengkalai Di KKT dan MBD

Namun pekerjaannya, ungkap Lekpera, tidak sesuai spek dan pekerjaan tersebut rusak.

“Uang negara puluhan miliar sudah diperuntukkan guna membangun proyek tersebut dan dikerjakan sejak 2020. Sekalipun pekerjaan telah selesai, tetapi tidak sesuai bestek atau perencanaannya,” ungkap Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) MBD itu.

Karena itu, dia sangat menyesalkan pekerjaan proyek tersebut karena tidak sesuai dengan harapan. Buktinya, telah terjadi kerusakan pada beberapa bidang bangunan.

Lekipera, berharap agar pihak penegak hukum, yakni, polres MBD dan Kejaksaan Negeri MBD melakukan kontrol terhadap proyek Dermaga Feri Moa yang berada di kawasan Pantai Tiakur. Bila perlu diusut tuntas penggunaan anggaran miliaran rupiah itu oleh perusahaan yang menangani proyek tersebut.

Selain itu, katanya, pekerjaan proyek tersebut juga berlangsung melebihi waktu yang sesuai dalam kontrak kerja. Dimana pekerajaannya baru selelsai pada Agustus 2021.

“persoalan ini perlu mendapat perhatian penting oleh penegak hukum, oleh karena Dermaga Feri merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat MBD, yang nota bene merupakan wilayah kepulauan,” tegasnya.

Baca juga: Bupati SBT Sampaikan NP KUA-PPAS

Lekipera juga meminta DPRD kabupaten MBD, dalam hal ini komisi C, agar jeli dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh pembangunan yang ada di kabupaten yang bertajuk Bumi Kalwedo tersebut.(GEM)

Comment