by

Lelaki Bejat Diancam 8 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon menuntut Jacob Sudjiman alias Yopi, dengan pidana penjara selama delapan (8) Tahun. Karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (23/11).

Pria bejat berumur 56 Tahun yang bermukim di Kawasan Hatiwe, Kecamatan Teluk Ambon, ini dinyatakan terbukti bersalah. Dengan melanggar pasal 81 Ayat (1) UU nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016, tentang UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 300 juta, subsider tiga bulan kurungan,” tandas JPU, Lilia Helut dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lucky Rombot Kalalo Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Robert Lesnusa.
Yang memberatkan, lanjut Helut, perbuatan terdakwa membuat korban malu, perbuatan terdakwa meresahkan warga sekitar dan terdakwa juga berbuat perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum dan terdakwa berlaku sopan di persidangan. JPU dalam berkas dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi selama tiga kali dalam satu bulan, yakni pada bulan Maret 2020, tempatnya di kios terdakwa dan kamar terdakwa.
Awalnya, korban yang barusia 9 tahun itu berjualan gorengan, lalu melewati depan kios terdakwa. Karena telah dirasuki nafsu birahi, terdakwa bermodus untuk memanggil korban supaya membawa jualan korban ke kios terdakwa. “Mari masuk ke dalam (Kios),” ujar terdakwa kepada korban.

Karena masih polos, korban pun mengikuti ajakan terdakwa lantaran menganggap terdakwa akan membeli barang jualannya.
Ternyata sampai di dalam, terdakwa membeli gorengan dengan harga Rp5.000. Namun terdakwa memberi uang kepada korban sebesar Rp 7.000 ribu. Saat korban sudah memegang uang, terdakwa kemudian mencabuli korban. Kemudian menyuruh korban untuk keluar dan kembali melanjutkan jualan.

Tak sampai disitu, perbuatan bejat terdakwa yang kedua pun berlangsung sama seperti yang pertama. Tempatnya didalam kios terdakwa. Sedangkan yang ketiga kalinya, terdakwa melakukan aksi biadab itu di dalam kamarnya.

“Karena merasa malu, korban pulang dari rumah terdakwa langsung melaporkan hal tersebut ke ibu korban. Tak terima, ibu korban langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas JPU.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa, Robert Lesnusa. (SAD)

Comment