by

Lelaki Bejat Divonis 6 Tahun

Ambon, BKA- Terdakwa pencabulan anak dibawah umur, Jacob Sidjiman alias Yopi, divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Senin (7/12).

Pada amar putusan tersebut, majelis hakim yang dipimpin Lucky Rombot Kalalo Cs itu menyatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016, tentang UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan dipenjara selama 6 tahun, dipotong masa tahanan, serta denda Rp 300 juta, subsider dua bulan kurungan,” tandas Ketua Majelis Hakim.

Untuk diketahui, putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan JPU, yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan.

Pria 56 tahun yang bermukim di Kawasan Hatiwe, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2016, tentang UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 300 juta, subsider tiga bulan kurungan,” ungkap JPU Lilia Helut, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lucky Rombot Kalalo Cs. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Robert Lesnusa.

JPU dalam berkas dakwaanya, menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi selama tiga kali dalam sebulan, yakni, Maret 2020. Tempatnya di kios terdakwa dan kamar terdakwa.

Awalnya, korban yang barusia 9 tahun itu berjualan gorengan, lewat di depan kios terdakwa. Karena sudah dirasuki nafsu, terdakwa bermodus memanggil korban membawa jualannya ke dalam kios terdakwa.

Karena masih polos, korban pun mengikuti ajakan terdakwa, karena mengira gorengannya akan dibeli.
Memang benar, terdakwa membeli girengan korban dengan harga Rp 5 ribu. Namun terdakwa memberi uang kepada korban sebesar Rp 7 ribu. Saat mengambil uang tersebut, terdakwa langsung mencabuli korban.

Usai melancarkan aksinya, terdakwa lantas menyuruh korban untuk keluar dari kiosnya untuk melanjutkan berjualan.

Pencabulan itu berlanjut kembali di tempat yang sama. Selanjutnya, tindakan serupa kembali dilakukan terdakwa terhadap korban di dalam kamarnya.

“Karena merasa malu, korban pulang dari rumah terdakwa langsung melaporkan hal tersebut ke ibunya. Tak terima, ibu korban langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian, untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas JPU. (SAD)

Comment