by

Lima Pelaku Pembunuhan di Kopertis Naik Sidang

Ambon, BKA- Lima terdakwa kasus pembunuhan di Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, masing-masing Marten Noya alias Ateng (58),Fulton Ronson Saptenni alias Toton (45), Reinaldo Wendy Siahaya alias Ongen (43),Ronny Papilaya alias Iron (35) dan James Bernand Saptenno alliasames (53), resmi disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (25/11).

Sidang perdana yang dipimpin ketua majelis hakim, Ahmad Hukayat Cs, dibuka dengan mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Elsye B Leonupun

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan para terdakwa terhadap korban Ambos Batuwael terjadi Rabu 8 Juli 2020 sekitar pukul 12.30 WIT di tepatnya di Wisma Gonzalo Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kejadian bermula ketika terdakwa 1 dan terdakwa 2 sementara bekerja dan mendengar ada teriakan untuk menangkap pencuri. Saat bertemu dengan korban mereka langsung menganiaya korban dengan parang. Terdakwa yang lainnya lalu datang juga dengan memukul korban menggunakan kepalan tangan.

Setelah itu mereka melaporkan kepada RT setempat bahwa telah menangkap pencuri. Sayangnya korban kembali dipukul berulang kali ketika sudah di rumah RT. Setelah dipukul mereka langsung meninggalkan korban begitu saja.
Setelah mendengar hal ini, Bhabinkamtibmas datang menghubungi anggota Polsek Sirimau untuk datang dan membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis setelah itu pada Kamis 9 Juli 2020, korban dinyatakan oleh pihak rumah sakit Bhayangkara bahwa telah meninggal dunia.

Dari hasil autopsi menemukan korban yang sudah berumur kurang lebih 37 tahun dengan ini mengalami luka robek di puncak kepala sebelah kiri akibat kekerasan tumpul, memar di sekujur tubuhnya luka lecet.

sebab pasti kematian adalah kekerasan tumpul di tengkuk leher

JPU juga mendakwa para terdakwa dengan melanggar pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP pidana.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi.
“Karena terdakwa melalui penasehat hukumnya, Firel Sahetapy tidak keberatan atas dakwaa JPU, makanya kita tunda minggu depan untuk pemeriksaan saksi-saksi dari JPU,” tandas ketua majelis hakim seraya menutup sidang.(SAD)

Comment