by

Lima Pelaku Penganiaya Atlet PON Belum Ditangkap

Ambon, BKA-Sejak kabur Minggu 18 April 2021 lalu, 5 dari 8 pelaku penganiaya korban Stanislaw Suarlemik (23), yang merupakan salah satu atlet PON belum juga ditangkap.

Kapolsek Baguala, Iptu Marlon Hutapea mengatakan, sejak lima pelaku kabur, personel Polsek Baguala masih terus mengejar mereka. Informasinya, lima pelaku tersebut sudah keluar dari tempat tinggal mereka di desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Kita masih kejar mereka,informasi mereka tidak lagi di desa Passo, sudah keluar,” jelas Kapolsek, Jumat (23/4).
Kata dia, pencairan kelima pelaku tetap dilakukan anggota polisi sampai mereka bisa tertangkap. “Kita akan kejar sampai tangkap mereka, karena rekan mereka tiga orang sudah di tahan di Polsek Baguala,” tandasnya.

Sebelumnya, Polsek Baguala, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, menetapkan tiga tersangka pada kasus pengeroyokan terhadap Stanislaw Suarlemik (23), yang merupakan salah satu atlet Maluku.

Stanislaw Suarlemik dianiaya bersama rekannya, Brian Erens Hehanussa (28), oleh delapan pemuda di Jembatan Barito, Sacupa, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu (18/4).

Kapolsek Baguala, Iptu Marlon Hutapea mengatakan, penetapan ketiga tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa tiga saksi, yang diduga mengetahui insiden tersebut.

Awal kejadian itu, kedua korban berboncengan menggunakan kendaraan roda dua dari arah Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, hendak menuju ke Kota Ambon. Tiba di Jembatan Barito, pelaku Qlaudyo Tutuarima alias QT, dengan menggunakan kendaraan roda dua tiba-tiba menyerempet korban dan rekannya.
Saat itu, Hehanussa yang merupakan rekan korban berkata kasar kepada pelaku. Pelaku yang mendengar perkataan Hehanussa langsung dijawab dengan kasar.

Kendaraan korban dan pelaku sama-sama berhenti di TKP, dengan tujuan untuk berbicara secara baik-baik. Sayangnya, pelaku tidak menghiraukannya dan mengajak korban untuk berkelahi.

Tak lama kemudian, datang rekan-rekan pelaku dan langsung melakukan penganiayaan bersama-sama terhadap korban dan rekannya. “Akibat kejadian tersebut, korban Stanislaw Suarlemik mengalami bengkak dan lebam pada bagian mata sebelah kanan. Sedangkan Hehanussa mengalami luka bengkak pada bagian pipih sebelah kanan, luka gores pada bagian hidung dan luka robek pada bagian bibir sebelah atas,” jelas Marlon.
Menurut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan, pelaku dalam insiden ini ada 8 orang. Tiga sudah diamankan dan resmi berstatus tersangka, sedangkan lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

“Jadi tiga pelaku sudah kita tahan dan ditetapkan tersangka, sedangkan lima rekannya masih dalam pengejaran. Ketiga pelaku disangkakan dengan pasal 170 KUHP,” tandas Hutapea.(SAD)

Comment