by

Limbah Medis Covid-19 Capai 68,8 Ton

Ambon, BKA- Limbah yang dihasilkan dari penanganan Covid-19 di Maluku dalam setahun, mencapai 68,827,1 atau 68,8 ton. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Malulu, Roy Syauta, ketika dihubungi BeritaKota Ambon, Senin (1/3).

Jumlah tersebut terbagi dari keseluruhan 2020 hingga Desember, dan periode Januari sampai Februari 2021. Terbanyak dari Ambon, mencapai 47,677,85 kg atau 47,6 ton. Sisanya berasal dari kabupaten/kota lain di Maluku.

“Kan semua kabupaten kota tidak memiliki pasien, selain Ambon. kabupaten kota lain untuk periode Desember 2020, mencapai 10,197,55 kg atau 10 ton,” terangnya.

Sementara untuk periode Januari-Februari 2021, untuk Kota Ambon sudah mencapai 9.522 kg atau 9,5 ton. Sedangkan dari kabupaten/kota lain sebanyak 1.429,7 kg atau 1,4 ton.

“Sehingga total keseluruhan 2020 sampai Februari 2021, jumlahnya mencapai 68,827,1 kg, atau 68,8 ton,” ungkapnya.

Menurutnya, limbah tersebut selain berasal dari RS, tempat isolasi terpadu, juga dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Semua limbah itu kemudian dibawa menggunakan transportasi laut ke Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang ditangani pihak ketiga, dalam hal ini PT Arthama Sentosa Indonesia.

“Jadi sampai Februari 2021 yang diangkut sebanyak 27 kontener untuk dimusnakan,” ucap Syauta.

Dirinya memastikan, penanganan limbah medis Covid-19 sejuah ini, semuanya berjalan lancar dan dipastikan tidak tercecer. “Jadi sangat ketat dan kita (DLH) melakukan pengawasan dengan ketat segala prosesnya,” imbuhnya.

Apalagi persoalan limbah ini, lanjutnya, harus dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sehingga setiap proses penanganan limbah tersebut dilengkapi dengan data manifest, terkait jumlah yang telah diangkut.

“Nanti lembaran manifest dari lokasi pemusnahan (di Cikampek) juga akan dikirimkan ke PT. Arthama Sentosa Indonesia di Ambon, untuk pencocokan dengan jumlah berapa banyak (limbah) yang diangkut. Contohnya, dari satu lokasi, misalnya BPSDM, mereka kasi manifest per masing-masing lokasi itu. Selanjutnya pihak pengelola (pihak ketiga) tandatangan manifest itu, baru dilaporkan ke kita sebagai bukti jika limbah sudah sampai tempat tujuan. Karena pembayarannya itu sesuai manifest itu,” bebernya.

Sehingga, menurutnya Kehadiran PT. Arthama Sentosa Indonesia menjadi salah satu solusi dalam penanganan limbah medis Covid-19 di Maluku. (BTA)

Comment