by

Lira Minta Pengusutan Kasus Rumdis Poltek Transparan

Pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) Politeknik Ambon tahun 2014-2019, yang ditangani penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku terkesan mandek.

Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Jaan Sariwating, mengatakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Makuku harus transparan dalam penyidikan kasus tersebut.

“Kalau kasus yang sudah naik penyidikan seperti Rumdis Poltek, lalu progresnya tidak jalan, maka harus kita pertanyakan hal ini. Mengapa sampai belum ada tersangka?” kata Sariwating, Minggu (4/7).

Menurutnya, jika memang penyidik punya atensi yang baik, maka penyidikan kasus ini sudah ada penetapan tersangka.

“Untuk itu, sebagai LSM, kita dorong agar penyidik segera selesaikan kasus ini,” tandasnya.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, yang dikonfirmasi, mengaku, pengusutan kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Bahkan berkas perkara tersebut sudah diserahkan ke BPK untuk diaudit.

Sebelumnya, Kanit II Subdit Tipikor, Kompol Laurens Werluka, mengungkapkan, proyek tersebut dikerjakan PT Nusa Ina Pratama, menggunakan APBN 2007-2010.

Proyek tersebut terindikasi fiktif. “Uangnnya dicairkan ke perusahan yang mengerjakan, tapi fisik proyek tidak ada,” ungkap Werluka, di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Rabu (31/4).

Kasus tersebut, lanjutnya, diduga merugikan negara hingga mencapai Rp 1,3 milliar lebih.
“Kita masih menunggu audit dari BPK RI. Januari kemarin, permintaan audit sudah diajukan. Pekan kemarin juga sudah kita koordinasi lagi. Sekarang tinggal menunggu dari BPK-nya, mereka turun kapan,” tandas Werluka.(SAD).

Comment