by

Liverpool Gila dan Durhaka Bila Tendang Klopp

Kepercayaan Liverpool pada Jurgen Klopp tengah diuji dalam beberapa waktu terakhir. Namun jelas sebuah hal gila dan seolah tindakan durhaka bila The Reds melakukan itu pada Klopp.

Klopp bukan dewa penyelamat Liverpool. Ia tidak dalam sekejap mengubah Liverpool kembali mendapat jubah kebesarannya.
Lihat juga: 3 Tanda Juventus Bakal Singkirkan Inter di Coppa Italia

Klopp adalah pekerja keras. Ia butuh waktu ratusan hari untuk membentuk Liverpool kembali ke masa jaya. Perlahan-lahan ia tambal lubang-lubang yang menganga di Liverpool. Satu per satu hingga Liverpool tak lagi tampak seperti tim besar yang compang-camping dan menyedihkan.

Klopp dan tim pelatihnya juga telah menunjukkan kelihaian sebagai arsitek yang lihai dalam urusan membidik pemain. Nama-nama macam Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane hanyalah bintang kelas dua. Pun begitu dengan Jordan Henderson dan James Milner. Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson juga bukan siapa-siapa sebelum Klopp datang.

Namun semuanya berubah jadi bintang kelas atas setelah bermain di bawah arahan Klopp. Pembelian fantastis Klopp selama jadi pelatih Liverpool tentu ada di Virgil van Dijk dan Alisson Becker untuk menambal lini belakang, celah terakhir yang masih terlihat di era Klopp setelah sebelumnya ia membuat Liverpool jadi tim haus gol di depan.

Setelah proses pembangunan tim secara bertahap, Liverpool dan pendukungnya mulai bisa tersenyum. Trofi Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan trofi Liga Inggris dimenangkan oleh Liverpool dalam dua musim terakhir.

Mimpi yang Berlebihan, Harapan yang Ketinggian

Melihat Liverpool di Liga Inggris musim lalu, semua sepakat bahwa ‘The Reds’ benar-benar tak terhentikan. Mereka mampu unggul jauh atas pesaing-pesaingnya di klasemen Liga Inggris.

Ketika kompetisi Liga Inggris baru berjalan beberapa pekan dari pertengahan kompetisi, Liverpool sudah jadi favorit juara musim lalu. Tim-tim lain hanya meributkan sisa tiga slot ke Liga Champions dan tak berani lagi mengklaim masih jadi penantang Liverpool untuk duel perebutan gelar Liga Inggris.

Kemenangan mutlak dan dominan di Liga Inggris musim lalu yang benar-benar membuat Liverpool dan pendukungnya jauh melayang ke awang-awang. Mereka bukan hanya menghapus dahaga puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun, melainkan juga terbuai oleh mimpi-mimpi kembali mendominasi Liga Inggris meski baru sebuah gelar yang mereka genggam dalam tiga dekade ini.

Mimpi dan harapan itu tak sepenuhnya bisa disalahkan karena Liverpool benar-benar dominan musim lalu dan tak kehilangan pemain bintang di bursa transfer. Dari segi materi tim, Liverpool terbilang sangat dalam.
Lihat juga: Tanda-tanda McGregor Kembali Berengsek di UFC

Pemain-pemain cadangan macam Takumi Minamino, Divock Origi, Xherdan Shaqiri, Naby Keita, James Milner, Curtis Jones, hingga Joel Matip di bangku cadangan dianggap sudah cukup melapis skuat utama Liverpool.

Kehadiran Thiago dari bayern Munchen plus Diogo Jota dari Wolverhampton dianggap sudah cukup jadi bekal membuat Liverpool kembali dominan musim ini. (INT)

Comment