by

Lulusan SD 16 Belum Terima Ijazah

AMBON-BKA, Sudah dua tahun, lulusan SD Negeri 16 Ambon belum menerima ijazah. Masalah ini terjadi akibat sekolah itu belum memiliki kepala sekolah definitif, setelah kepala sekolah sebelumnya meninggal dunia.

Karena belum memiliki kepala sekolah definitif, sehingga ijazah para lulusan dua tahun ini belum ditandatangani.

Untuk itu, pihak sekolah meminta perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk memperhatikan masalah tersebut, sebab sangat berpengaruh terhadap para lulusan SD itu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Kira-kira ada apa dengan SD Negeri 16 Ambon sehingga sampai saat ini belum ada Kepsek definitif? Bapak Walikota, dalam hal ini pak Kadis Pendidikan, tolong lihat SD 16. Sebab hampir 2 tahun, anak-anak kami dinyatakan lulus, tapi sampai sat ini belum bisa ambil ijasah, karena Kepsek waktu itu meninggal belum sempat tanda tangan ijasah,” ungkap salah satu guru SD Negeri 16 Ambon, kemarin.

Pihaknya berharap, ada kebijakan dari Pemkot Ambon, agar para lulusan sekolah itu dapat menerima ijazah, guna memudahkan mereka dalam proses pendidikan pada jenjang selanjutnya.

“Kasihan anak-anak yang lulus, belum terima ijazah. Bolehkah Wakil Kepsek atau Plt bisa menandatangani ijazah atau tidak? Kami mohon perhatian bapak walikota dan bapak kepala dinas untuk melihat hal ini,” pintanya.

Baca: Kadispora : Maluku FC Mampu Harumkan Maluku

Jika ijazah tanpa tandatangan bisa dimasukkan ke jenjang selanjutnya, maka pihaknya tidak mempersoalkan hal tersebut. Sebab apa yang dilakukan oleh pihak sekolah, semuanya untuk kepentingan dan masa depan siswa. Bukan kepentingan pribadi.

“SD 16 ini kan merupakan sekolah negeri yang punya identitas jelas. Bukan sekolah liar. Jadi kalau ijazah tidak ada tandatangan, maka pasti tidak sah dan tidak diakui ketika dimasukkan di jenjang selanjutnya,” tandasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pertama di Disdik Kota Ambon, Moni Harapon, saat dikonfirmasi, mengatakan, sementara di proses untuk SK Plt Kepala SD Negeri 16 Ambon.

“Itu sementara kami proses untuk bisa ada Plt. Kami masih menunggu SK Wali Kota. Itu belum sampai dua tahun. Kepala sekolah baru saja meninggal, jadi ijazah tertunda karena tidak bisa ditanda tangani wakil kepala sekolah. Itu belum sampai dua tahun,” paparnya. (BKA-1)

Comment