by

Lumoli-Translok Sepakat Berdamai

Ambon, BKA- Setelah dimediasi Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Bayu Tarida Butar-Butar bersama jajarannya, Warga dua kampung yakni Desa Lumoli dan Dusun Translok di SBB menyatakan berdamai. Sikap perdamaian ini langsung dilakukan dengan cara menandatangani surat kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Desa Lumoli dan Dusun Translok Desa Eti Kecamatan Seram Barat sempat mengalami masalah pada 12 Oktober 2020. Dimana peristiwa itu mengakibatkan 1 warga Dusun Translok meninggal Dunia dan Satu Warga Desa Lumoly.

Rilis yang diterima koran ini, penandatanganan kesepakatan perdamaian didahului dengan Pembacaan Kesepakatan damai oleh tokoh pemuda Desa Lumoli Danel Mattital dan tokoh pemuda Dusun Translok Doglas Sapulette.

Sejumlah tokoh dari kedua belah pihak dihadirkan. Diantaranya, Penjabat Kades,Ketua BPD,Kadus Translok,Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat , Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Sementara unsur Pemda hadir diantaranya, Camat Seram Barat, Ketua Klasis Seram Barat,Kapolsek Piru, dan Danramil Piru.

Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Pieter Matahelumual mengatakan, dalam surat kesepakatan itu mengatakan, selaku Warga negara yang baik maka bersepakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan kasus yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2020, di Dusun Translok Desa Eti kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres SBB untuk menanganinya secara profesional, Transparan dan Akuntabel demi keadilan dan tidak akan mengintervensi penanganannya.

Lanjut dia, peristiwa yang terjadi pada 12 Oktober 2020, murni Kriminal / tindak pidana yang dilakukan oleh individu bukan atas Nama suku, agama ras dan golongan.

“Bahwa kami secara bersama- sama bersepakat untuk tidak mentolerir penggunaan knalpot resing/bising melintas di kedua daerah tersebut dan berhak menghubungi Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk menindak pelaku penggunaan knalpot racing / bising,” ungkap mantan Kapolsek Nusaniwe Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease itu.

Dia melanjutkan, selain itu, didalam surat tersebut mengatakan,kedua warga Desa itu sepakat, secara bersama-sama tidak mentolerir masyarakat yang mengkonsumsi miras dan mengganggu ketertiban umum. Jika hal ini akan terjadi lagi, maka masyarakat akan menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengamankan sekaligus menindak setiap orang yang kedapatan mengkonsumsi miras dan mengganggu ketertiban umum dan dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi ada beberapa poin kesepakatan damai yang sudah dibaca dan diketahui antara kedua kelompok tersebut. semua itu kita lakukan agar tercipta situasi yang damai di tengah masyarakat. Apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Maka sudah tentunya Polisi terus bekerja keras untuk melakukan pengamanan,” pungkas Perwira yang punya dua balok emas itu.(SAD)

Comment