by

Luring Dirasakan Lebih Efektif

Ambon, BKA- Pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan secara online atau Dalam Jaringan (Jaring) yang dilakukan sejak Maret lalu, untuk mecegah penularan Covid-19 dilingkungan sekolah, dinilai cukup memberatkan siswa, orangtua maupun guru.

Selain memberatkan, penerapannya juga memiliki banyak kendala. Sehingga sejumlah Satuan Pendidikan (SP) tingkat Sekolah Dasar (SD) saat itu mulai memutuskan untuk melakukan PJJ secara Luar Jaringan (Luring).
Namun karena kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Ambon makin

memprihatinkan, serta seiring dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu, maka sekolah terpaksa menghentikan proses KBM PJJ secara Luring, sebab guru dilarang untuk melakukan KBM tatap muka secara langsung dengan siswa.

Kepala SD Negeri 2 Latuhalat, C. Slingkery, mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya beberapa saat lalu memang menerapkan KBM PJJ secara Luring, mengingat PJJ secara Daring mendapat banyak keluhan dari siswa maupun orangtua, termasuk guru.

” Anak-anak bahkan orangtua sering mengeluh karena tidak ada fasilitas yang menunjang mereka dalam proses belajar Daring, seperti, tidak memiliki Hp android maupun tidak ada pulsa data. Jadi atas pertemuan bersama dengan para guru, kita ambil kebijakan untuk lakukan belajar secara Luring atau offline, dengan membentuk kelompok-kelompok kecil pada titik-titik yang di telah ditentukan. Dan itu berjalan sampai awal tahun ajaran ini. Hanya saja karena PSBB, sehingga kita dilarang untuk tatap muka dengan siswa, sehingga untuk sementara kita hentikan,” ungkap Slingkery, Selasa (4/8).

Namun saat ini, pihaknya kembali telah menyiapkan sejumlah langkah untuk kembali melakukan proses KBM PJJ secara Luring, sambil menunggu masa PSBB Transisi tahap II berakhir.

Memang menurutnya, ada kebijakan yang dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) akan memasang TV kabel sebagai sarana pembelajaran. Namun hal itu dinilainya tidak efektif.

Kalau pun KBM tetap dilakukan secara Daring, maka hal itu akan kembali memberatkan siswa dan orangtua. Sehingga pihaknya telah mempersiapkan pembelajaran secara Luring seperti sebelumnya.

“Memang ada renacana dari Pemerintah Kota (Pemkot) akan memasang TV kabel. Tapi menurut saya, itu tidak efektif. Untuk itu, kami mengambil langkah membagikan materi kepada anak-anak supaya mereka tetap belajar di rumah selama PSBB transisi II ini. Kalau sudah selesai, pasti kita akan lakukan secara Luring dengan metode pembagian kelompok yang sudah pernah kita lakukan. Itu yang kita siapkan mengantisipasi kendala dalam belajar Daring ini,” tandas Slingkery. (LAM)

Comment