by

Madrasah Negeri Harus Jadi Penyangga Bagi Swasta

Ambon, BKA- Kepala Kementerian Agama (Kakamenag) Maluku Tengah (Malteng), Hanafi Rumatiga menegaskan, sebagai lembaga pendidikan milik pemerintah, madrasah negeri harus menjadi penyangga bagi madrasah swasta.

Untuk itu dalam peningkatan professional guru dalam mengelola pembelajaran dalam pengembangan Silabus dan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setiap guru harus memiliki presipsi yang sama.

“Rakor yang dilaksanakan Kemenag Malteng di pantai Batu Kuda Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Malteng, dalam rangka menyatukan presepi para kepala-kepala madrasah, karena ada tiga hal yang didaptkan dari meraka adalah haru, memiliki perencanaan bersama, memiliki kerja sama dan harus hasilnya juga hasil bersama, artinya madrasah negeri ini, Saya ingin menjadi penyangga bagi madrasah-madrasah swasta yang lain,”harap Hanafi usai menghadiri rakor, Rabu(20/1).

Itu dilakukannya agar antara madrasah yang satu dengan madrasah yang lain memilki visi dan misi yang sama, yaitu bagaimana menjadikan madrasah menjadi madrasah “Second Home” atau rumah kedua untuk para siswa sehingga madrasah negeri menjadi madrasah yang diminati dan madrasah yang menjadi pilihan utama masyarakat.

Akan tetapi semua itu harus didukung dengan semua fasilitas yang memadadi seperti yang dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran.

“Dalam rakor ini juga, diharapkan madrasah-madrsah negeri harus mampu memberikan sesuatu juga kepada madrasah-madrasah swasta, artinya kalau ada fasilitas-fasilitas yang tidak digunakan misalnya ada kursi meja maka lebih arif dan bijaksana, kalau itu diserahkan ke madrasah-madrasah swasta yang memang masih membutuhkan. Itu yang saya harapkan bisa di tindak lanjuti,”harapnya lagi.

Itu karena kurang lebih lima tahun terakhir, madrasah-madrasah swasta sudah tidak lagi mendapat sentuhan-sentuhan bantuan dari pemerintah, sehingga dirinya mengajak agar seluruh ASN yang mengikuti rakor lingkup Kemenag Malteng bisa menyisihkan sedikit Infaq setiap harim menimal sebesar Rp 5.000 sehingga bisa membatu menyelesaikan madrasah-madrasah swasta yang masih sangat membutuhkan uluran tangan kita bersama.

“Karena jumlah ASN dilingkup Kemenag Malteng kurang lebih 700 orang, jadi kalau satu orang Rp 5.000 maka satu bulan yang didapat sebesar kurang lebih Rp 150.000,- jadi kalau dalam setahun bisa mencapai kurang lebih Rp 150 juta,- dengan demikian kita mampu membantu prses pembangun masjid di MAN 1 Malteng dan Mushola, kemudian ada madrasah swasta yang bisa dibantu,”ucapnya.

Bantuan diberikan lantaran, banyak madrasah yang memiliki dinding papan, beratap rumbia dan berlantai tanah dan itu banyak ditemukan di Malteng, sehingga akan menjadi prioritas untuk dibantu.

“Beberapa kali saya lewat di beberapa kecamatan itu, masih ada madrasah-madrasah swasta seperti itu, “akuinya. (RHM)

Comment