by

Mahasiswa Aksi Injak Masker

Puluhan mahasiswa IAIN Ambon menggelar aksi injak masker di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/7).

Aksi itu dilakukan mahasiswa kampus hijau, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diperketat.

Menurut mahasiswa, Maluku, khususnya Kota Ambon, tidak terlalu gawat dengan ancaman Covid-19.
Sehingga mereka meminta agar Walikota Ambon menghapus PPKM Mikro diperketat, karena telah membatasi ruang gerak masyarakat untuk beraktivitas.

“Saya menilai, masker tidak perlu dipakai. Sebab kondisi Kota Ambon baik-baik saja. Kami juga meminta agar PPKM dihapuskan, ” kata sala satu mahasiswa IAIN Ambon, Aditya Hehanusa, Kamis (15/7).

Bukan saja itu, pendemo juga menolak fatwa Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, terkait larangan Shalat Idul Adha 1442 Hijriyah secara berjamaah.

Sebagai umat Islam yang baik, mereka menyakini kalau shalat berjamaah hukumnya wajib. Dan Fatwa tersebut, tidak memiliki kekuatan hukum, karena bukan Undang-Undang.

Selain itu, masa aksi juga meminta Pemerintah Kota Ambon untuk transparan soal anggaran Covid-19.

Mahasiswa juga meminta, Pemerintah Kota Ambon juga menghapus
pemberlakuan kartu vaksin bagi masyarakat yang ingin mengakses pelayanan di Balai Kota Ambon.

“Dalam undang-undang telah menyebutkan, jika 10 hari sebelum pelaksanaan vaksin, harus ada pendataan mana yang wajib vaksin dan tidak. Namun yang terjadi saat ini, Pemerintah Kota Ambon tidak melaksanakan perintah Undang-undang itu dengan baik. Malah memaksa seluruhnya untuk vaksin, ” sebut pendemo.

Karena tidak ada satu pun pejabat Pemkot Ambon yang menemui mereka, akhirnya pendemo membubarkan diri.
Mereka berjanji akan kembali menggelar aksi lanjutan hari ini, Jumat (16/7). (IAN)

Comment