by

Mahasiswa Cipayung Pertanyakan Dana SMI

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yang terdiri dari, HMI, PMII, IMM dan GMNI, menggelar aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Selasa (16/6).

Demo itu untuk mempertanyakan pengelolaan dana pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, sebesar Rp 700 miliar dari PT Sarana Multi Infastruktur (SMI) untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Puluhan mahasiswa kelompok Cipayung tersebut menduga, ada masalah dalam pengelolaan. Sehingga mereka meminta DPRD Provinsi Maluku untuk segera malakukan fungsi kontrolnya dan pengawasan, terhadap sejumlah proyek yang dibiayai dana SMI. Bahkan mereka meminta DPRD untuk memanggil Gubernur Maluku, Murad Ismail, untuk menjelaskan penggunaan dana SMI.


“Ada apa dengan pinjaman 700 miliar. Kemana uangnya untuk memulihkan perekonomian?” teriak salah satu orator di depan Kantor DPRD Maluku.

Hal yang sama disampaikan orator lainnya, yang mengatakan, kalau sejak awal, pinjaman dana tersebut sudah bermasalah. Pinjaman itu dilakukan tanpa melalui prosedur, bahkan di luar regulasi.

Untuk itu, DPRD Maluku harus serius mengawal aspirasi masyarakat, untuk mengawal sejumlah proyek yang dibiayai dana pinjaman SMI, yang diduga mangkrak di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Selain diduga ada sejumlah proyek fisik yang bermasalah, mahasiswa Cipayung juga menilai, kalau berbagai proyek SMI tidak berpihak kepada masyarakat. Karena tidak memberi manfaat untuk pengembangan ekonomi.

Setelah melakukan orasi sekitar 30 menit, para pendemo tersebut kemudian membubarkan diri. Sebab sebagian besar anggota DPRD Provinsi Maluku tidak berkantor, karena tengah melakukan agenda pengawasan.

Namun mereka berjanji, akan melakukan aksi serupa setelah para anggota legislatif itu selesai melakukan agenda pengawasan.

Untuk diketahui, Sebelum melakukan aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku, puluhan mahasswa kelompok Cipayung itu terlebih dahulu melakukan aksi di Depan Kantor Kejati Maluku.(RHM).

Comment