by

Mahasiswa Harus Jadi Pelopor

Ambon, BKA- Mahasiswa harus menjadi tulang punggung bangsa dan harus mampu jadi pelopor pembangunan daerah, khususnya mahasiswa dari Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pembina Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (Gema MBD), Profesor Aholiab Watloly, saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan kongres III, Gema MBD, di Gedung Aula A PGSD, Selasa (20/10).

Menurutnya mahasiswa yang adalah tulang punggung bangsa, harus mampu jadi pelopor pembangunan daerah Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Sebagai mahasiswa, saudara/saudari punya peran yang sangat penting dalam rangka pembangunan daerah. Karena merupakan pelopor,” ujar Watloly.

Sebagai pelopor, kata Watloly, harus menunjukan karakter yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Bahwa, kalwedo yang adalah jati diri MBD, harus benar-benar terwujud dalam semua tindakan dan tutur kata. Baik sebagai mahasiswa, maupun dalam upaya mendorong pembangunan daerah.

“Nilai kalwedo itu harus terpatri dalam hati kita. Karena hanya dengan itu, kita tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Artinya, ketika menyapa saudara kita dengan kalwedo, kita sudah sedang menunjukkan kita adalah saudara. Saudara tidak boleh saling bermusuhan hanya karena kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia mengingatkan, dalam membangun kebersamaan melalui Gema MBD, mahasiswa tidak terpengaruh dengan isu-isu politik yang saat ini sedang hangat diperbincangkan menjelang Pilkada 9 Desember mendatang.

“Gema MBD, adalah wadah untuk persatukan kita orang saudara. Untuk itu, jangan terpengaruh dengan isu-isu politik hari ini. Gema MBD harus murni untuk kepentingan mahasiswa. Tidak boleh diintervensi oleh kepentingan yang lain. Dengan begitu, tujuan utama menjadi pelopor bisa terwujud,” pesan akademisi FISIP Unpatti ini. (LAM)

Comment