by

Mahasiswa Tiakur Ditemukan Gantung Diri

Ambon, BKA- Satu warga kota Tiakur, kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Kamis (31/12) pekan kemarin. Sebelum mengakhir hidupnya, korban yang diketahui berinisial DTR ini, sempat menulis pesan untuk keluarganya.

Sontak warga sekitar komplek Pasar Malam, itu dibuat panik saat DTR ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Mayat laki-laki berinisial DTR (24) ditemukan dalam keadaan gantung diri di Rumah Barto, tepatnya di dalam kamar tidur.

Kabag OPS Polres MBD , AKP Novi Sapulete, saat dikonfirmasi Sabtu (2/1) membenarkan hal ini. Menurutnya, ditemukannya korban sekitar pukul 14.12 WIT. Yakni saat itu, Maxy Yoltuwu bersama Jen Tetiray yang merupakan teman korban, tiba di kediaman Barto Rehiraya (kakak korban).

Kedua teman korban ini menanyakan keberadaan korban dari Barto. Namun Barto tidak mengetahui keberadaan adiknya. Mendengar jawaban tersebut keduanya, memilih untuk menunggu korban.

Setelah menunggu lama, Maxy Yoltuwu akhirnya berinisiatif untuk memeriksa kamar korban. namun pintu kamar terkunci dari dalam, sehingga Maxy mengetuk pintu kamar korban. Dan setelah diketuk berulang kali, tidak ada jawaban maupun balasan dari dalam kamar. Sehingga Max mengambil kursi kemudian memeriksa kamar korban melalui plafon kamar.

Setelah memeriksa dari plafon kamar, Maxy Yoltuwu melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan tali nilon warna biru dan sudah tidak bernyawa. Melihat kondisi tersebut, Maxy langsung masuk ke kamar melalui plafon kamar sambil berteriak kepada temannya tentang kondisi korban yang tak lagi bernyawa.

“Mendengar perkataan dari Maxy Yoltuwu, temanya Jen Tetiray langsung bergegas menuju kamar. Melihat kondisi tersebut, keduanya langsung menurunkan mayat korban yang sudah dalam keadaan gantung diri dan meletakannya di atas tempat tidur,” tandas AKP Novi.

Sementara itu, Barto Rehiraya menjelaskan, bahwa Rabu sebelumnya, (30/12), sekira pukul 21.12 WIT, korban dan Elen Tonubadu (Istri Korban) keluar untuk berbelanja pakaian dan kembali sekitar pukul 22.25 WIT.

Setibanya di rumah, terjadi adu mulut antara keduanya yang disebabkan karena keinginan istrinya tidak dipenuhi korban, yakni membeli pakaian. Akibat dari adu mulut tersebut, istrinya meminta untuk pulang ke rumah orang tuanya, yang beralamat di Desa Wakarleli, Kecamatan Moa, MBD. Dan tidak kembali di rumah sampai berangkat ke Desa Uhak, Kecamatan Wetar, MBD.

Berto mengaku, orang tua dari istri korban dan saudara-saudaranya sering menjelek-jelekan korban namun korban lebih memilih memendam masalah dan tidak mau menceritakan kepada siapapun.

“Kami dari pihak keluarga tidak menginginkan dilakukannya autopsi dan jenazah akan kami bawa ke Desa Werwaru, untuk dimakamkan sesuai permintaan korban melalui surat yang ditulis korban sebelum meninggal dunia,” pungkas Berto. (BKA-4).

Comment