by

MAK Perikanan Negeri SBT Terbengkalai

Ambon, BKA- Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Perikanan Negeri SBT dibiarkan terbengkalai oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Maluku selama dua tahun.

Madrasah kejuruan itu selesai dibangun pada 2018 lalu, diatas lahan seluas 10 hektar, di Desa Administratif Bula Air, Kecamatan Bula.

MAK Perikanan itu didirikan berdasarkan program Kemenag RI, lewat Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI yang saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan pada 2017 lalu.

Namun sampai sekarang, madrasah kejuruan saatu-satunya milik Kanwil Kemenag Maluku itu belum juga menampakkan aktivitas pendidikan. Padahal semua fasilitas pendukung sudah memadai, bahkan struktur oraganisasinya sudah terbentuk.


Saat ini, madrasah yang yang dibangun diatas lahan hibah masyarakat Bula tersebut sudah meperihatinkan. pohon dan rumput liar mulai meninggi memenuhi halam bangunan MAK Negeri SBT itu.

Plt Kepala Kantor Kemenag SBT, Moksen Mahu, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon, Selasa (19/1), perihal belum dioperasikannya madrasah tersebut, menjelaskan, pihaknya masih menunggu izin operasional yang menjadi tanggung jawab KaKanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis.

Namun dia mengungkapkan, pihak Kemenag Maluku telah menargetkan pengoperasionalan MAK Perikanan Negeri SBT itu pada tahun ajaran 2021. Tahun ini. “Ini semua menjadi tanggung jawab Kanwil Kemenag Maluku. Insya Allah, sudah bisa menerima siswa baru. Tapi semua tergantung izin operasionalnya,” ucapnya.

Kemenag SBT, kata Moksen, tanggung jawabnya hanya sebatas menyediakan lahan dan mengurus sertifikat. selanjutnya semua menjadi tanggung jawab Kanwil Kemenag Maluku.

Sumber lain dilingkup Kemenag, mengatakan, kalau sebelumnya madrasah tersebut ditetap sebagai MAK oleh Kemenag RI lewat program Ditjen Pendidikan Madrasah.

“Ini program Ditjen Pendidikan Madrasah dan pada saat itu mau diproses untuk penegerian. Tapi belum dilakukan, karena keterlambatan sertifikat tanah. Sekarang sudah ada, tinggal diusulkan saja untuk pengnegerian,” ujarnya.

Selain itu, dia mempertanyakan kenapa sampai sekarang pihak Kanwil Kemenag Maluku belum mengurus penegerian maupun mengoperasikan madrasah tersebut. Padahal sudah melakukan pengangkatan kepala madrasah maupun struktur organisasinya.

“Sayang kan bangunan megah dengan fasilitas yang memadai, dibiarkan begitu saja terbangkalai. Sayang kan kalau fasilitas yang ada, tidak bisa digunakan,” cetusnya.

Kalau memang pihak Kanwil Kemenag Maluku tidak mampu mengurus izin operasional atau pengnegeriannya, terang sumber, lebih baik MAK Negeri SBT dijadikan madrasah umum saja. Sehingga bangun serta fasilitas yang ada dibisa dijaga dan dimanfaatkan.

“Tapi yang menjadi pertanyaan, koq sampai saat ini pihak Kanwil Kemenag juga belum merekrut tenaga pengajar, terutama guru vokasi sesuai dengan bidang pengajarannya masing-masing. Itu juga sampai sekarang belum ada,” pungkasnya(RHM)

Comment