by

Maluku Dapat Kuota 200 Cakep dan Cawas

Ambon, BKA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kuota 200 calon Kepala sekolah (Cakep) dan calon pengawas (Cawas) tingkat SMA/SMK di Maluku, untuk mengikuti seleksi guna mendapat Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) tahun 2020.

NUKS merupakan nomor Registrasi Kepala Sekolah yang khusus dikeluarkan dan dicatat dalam database nasional LPPKS, sebagai penjamin mutu penyelenggaraan penyiapan calon kepala sekolah.

“Seleksi memang sudah aturannya, sesuai prosedur untuk menyeleksi Cakep dan Cawas tahun 2020. Kita lakukan sesuai dengan subtansi yang dilakukan oleh LPPKS Solo dan LPPL PPKS yang merupakan lembaga legitimated dari Kementerian melakukan seleksi dan Diklat untuk menjadi Kepsek, untuk mendapat sertifikasi NUKS. Jadi untuk Maluku, sudah sekitar 2 ratusan peserta seleksi merebut kuota 200, baik seleksi lewat Daring dan Luring,” ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Maluku, Paula Tahapary, Kamis(17/9).

Menurutnya, seleksi merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi Kepsek. Sehingga perlu dilakukan melalui sistem sertifikasi.

Ada dua tahapan yang harus ditempuh Cakep dan Cawas, yakni, tahap rekrutmen dan tahap Diklat. Selanjutnya, peserta yang lulus Diklat akan mendapatkan sertifikat kepala sekolah teregistrasi.

Namun dari dua ratusan guru yang mengikuti seleksi, terdapat ratusan faktual Plt Kepsek yang sudah menjabat. Sehingga diupayakan untuk bisa memiliki NUKS.

Diakuinya, pihaknya berkewengan hanya melakukan pentahapan seleksi adiminstrasi. Sedangkan menyangkut dengan subtansi seleksinya, akan dilakukan oleh LPPKS Solo secara Daring.

Sesuai ketentuannya tahun 2013, setiap Kepsek sudah harus memiliki NUKS. Sehingga kedepan, tidak lagi berpengaruh pada pola managemen.

“Pendafarannya sudah ditutup per tanggal 30 kemarin. Selanjutnya, mereka itu sudah memasukan adiminstrasinya sesuai dengan syarat yang ditentukan. Tapi yang paling diutamakan, sudah harus memiliki sertifikasi guru untuk membuktikan yang bersangkutan dari latar belakang guru,” pungkasnya.(RHM)

Comment