by

Maluku Kembali Ekspor Pala

Ambon, BKA- Setelah 21 tahun lamanya, Maluku kembali melakukan ekspor pala ke manca negara.

Ekspor perdana itu membawah harapa baru bagi Maluku, yang sejak dulu dikenal dengan daerah penghasil rempah-rempah.

Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku, Elvis Patiselano, pada acara pelepasan ekspor perdana pala di pelabuhan Yosudarso Ambon, Selasa (30/3), mengatakan, menurunya nilai ekspor tahun 2017 silam, menyebabkan ekonomi Maluku sedikit mengalami gangguan. Sehingga memberikan dampak pada beberapa aspek, yakni, bertambahnya pengangguran, berkurangnya pajak, dan multiplayer efek yang tidak dapat bergerak sebagaimana adanya, akibat tutupnya beberapa perusahaan yang bergerak dibidang perikanan.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengembalikan dan mendorong peningkatan ekspor seperti posisi semula. Tapi semua itu terasa sangat lamban ketika moratorium pada tahun 2013-2014 silam.

Hal itu, katanya, membuat orientasi Pemerintah Provinsi Maluku pada potensi sumber daya alam (SDA) terus didominasi pada sektor perikanan. Sedangkan untuk sektor lain, berjalan ditempat.

“Kondisi ini memacu pemda untuk gencar mengambil langkah strategis dan taktis, untuk pemulihan ekonomi, khusus pada sektor perdagangan luar negeri di Maluku, guna mendorong peningkatan nilai ekspor maupun mendorong percepatan devisa ekspor pada sektor-sektor strategis,” terang Patiselano.

Untuk itu, Maluku kembali berbangga karena telah mengukir sejarah baru yang sangat baik. Yakni, kembali melakukan ekspor perdana pala dengan volume 28 ton dan nilai U$$. 215.436.48.

Menurutnya, sekitar 21 tahun, Maluku tidak pernah lagi mengekspor komoditi rempah-rempah. Termasuk pala. Sehingga ini merupakan harapan baru sebagai negeri yang kaya, tidak hanya bertumbuh pada satu komoditi saja, yaitu, perikanan. Namun mesti berjuang dengan menumbuhkan komoditi-komoditi baru dibidang ekspor.

“Ekspor perdana pala ini meniti perjalanan panjang kita selama ini. Sejak tahun 2019, PT. Kamboti, walaupun tidak berhasil akibat beberapa aturan dan kuantitas barang yang mau diekpor. Namun lewat upaya bersama semua pihak, sehingga ekspor pala dari Maluku ke luar negeri mulai berjalan,” jelasnya.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh instansi vertikal, Bea Cukai, Stasion Karantina, Pertanian, PT. Pelindo IV, PT. Spill serta para ekspor yang telah membantu Pemda terlebih khusus CV. Maenusa Ambon yang bekerja sama dengan PT. Subur Anugrah Indonesia Jakarta, untuk melakukan ekspor perdana pala saat ini. Dengan besar harapan, bukan hari ini saja, namun secara terus menerus hasil rempah-rempah kita diekspor ke seluruh negara bila perlu,” harapnya. (BTA)

Comment