by

Manipa Masih Terpuruk, Padahal Punya Tiga Anggota Legislatif

Ambon, BKA- Memiliki tiga perwakilan di DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tidak lantas membuat Kecamatan Manipa dapat keluar dari keterpurukan.

Bahkan Kecamatan Manipa masih sangat tertinggal dari sisi infrastrukur pembangunan, seperti, jalan dan jembatan, jaringan telekomunikasi maupun listrik.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kecamatan itu tidak puas dengan kinerja tiga perwakilan mereka di legislatif SBB periode 2019-2024, yakni, Abu Silawane (Gerindra), Jamadi Darman (PAN) dan Arif Pamana (PKB). Ketiganya dinilai belum mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) IV Kabupaten SBB, termasuk Kecamatan Manipa.

Salah satu tokoh Pemuda Manipa, Hasan Pelu, menilai, kinerja ketiga anggota DPRD tersebut sejak dilantik sampai saat ini, patut dipertanyakan. Apa yang sudah dilakukan untuk kebutuhan masyarakat Manipa secara umum?

Ketiganya dianggap tidak memiliki kesamaan persepsi untuk membangun daerah, yang telah memberikan mereka kepercayaan berada di legislatif. Sehingga Pelu mengingatkan mereka, agar tidak “bisu” di DPRD. Mereka harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap semua keluh kesah masyarakat Manipa.

“Mereka bertiga telah diberikan amanah oleh rakyat sebagai anggota DPRD. Itu berarti harus punya rasa tanggungjawab untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat di sana. Antara lain, jalan lingkar, jaringan telekomunikasi dan listrik. Bukan hanya diam di DPRD. Bahkan terkesan masing-masing jalan sendiri,” ujar Pelu, kepada media ini, Selasa (20/4).

Dijelaskan, jalan lingkar yang dijanjikan Bupati SBB, Yasin Payapo, hingga tidak terealisasi. Sudah begitu, realisasi dari perjuangan ketiga anggota DPRD ini belum terlihat sama sekali.

Untuk telekomunikasi, kata dia, hanya satu tower melayani Kecamatan Manipa. Sehingga masyarakat yang jauh dari tower tersebut, tidak terlayani dengan baik. Bahkan ada masyarakat yang harus memanjat pohon, untuk mendapatkan signal agar bisa menggunakan handphone.

Untuk listrik, mesin PLN selalu rusak. Ini yang harus diperhatikan, karena menyangkut kebutuhan masyarakat. Bukan hanya bantuan peribadi saja.

Belum lagi masalah lainnya, terkait pendidikan dan kesehatan. Banyak Pustu yang belum dioptimalkan secara baik. Begitu pun sekolah yang masih banyak kekurangan tenaga pengajar.

“Kami sangat berharap, mereka bisa memberikan yang terbaik. Bukan membiarkan Manipa seperti itu, tidak ada perubahan sama sekali,” sebut Pelu.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM) Maluku, Sufahmi Wance. Menurutnya, banyak persoalan di daerah itu, namun tidak pernah dipedulikan oleh ketiga anggota DPRD SBB asal Kecamatan Manipa itu.

Selain itu, dia mengatakan, perjuangan masyarakat Kecamatan Manipa juga seakan telah dilupakan oleh Bupati SBB, Yasin Payapo. Padahal kemenangannya saat Pilkada lalu, ada sumbangsih besar masyarakat Manipa.

“Kami menagih janji kampanye Bupati SBB terhadap jalan lingkar Manipa, kalau akan direalisasikan pada tahun 2021, bulan Maret. Tetapi sampai hari ini sudah masuk bulan April 2021, belum ada tanda-tanda pekerjaan dilakukan,” pungkas Sufahmi.(RHM)

Comment