by

Mantan Kadishub Bursel Diperiksa

Ambon, BKA- Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sukri Muhammad, tersangka kasus dugaan korupsi dana pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Bursel tahun 2017 lalu, kembali diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Buru, Yasser Samahati, di ruang penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pinsus) Kejari Buru, Rabu (7/4).

Pada pemeriksaan itu, tersangka Sukri Muhammad (SM) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Jibrael Matatula atau JM selaku Event Organizer, dalam Kepanitiaan MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku di Bursel yang menelan anggaran hingga miliar rupiah.
Kepala Kejari (Kajari) Buru Muhtadi mengatakan, SM diperiksa mulai sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIT. Dimana sebagian waktu diberikan penyidik kepada SM untuk istirahat.

“Jadi SM ini diperiksa sebagai saksi atas tersangka JM. Yang bersangkutan datang dari kemarin, namun karena sakit jadi kita rem (tunda). Pemeriksaan hari ini dari jam 9 sampai jam 6 sore. SM diberikan juga waktu istirahat, dan diberikan pertanyaan lebih kurang 35 pertanyaan. Jadi SM masih sebagai saksi, memberikan kesaksian atas tersangka yang lain,” ungkap Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, di ruang kerjanya, Rabu (7/4).

Dalam kegiatan itu, lanjut Muhtadi, SM menjabat sebagai Ketua Bidang Sarana dan Prasarana dalam Kepanitiaan MTQ tersebut. Ia menjelaskan dalam bidang tersebut dialokasikan anggaran cukup besar dari bidang-bidang yang dalam kepanitiaan MTQ tingkat provinsi tersebut.

“Pertanyaannya seputar mekanisme penyaluran dana. Jadi dibidang sarana prasarana itu tahun 2017 diberikan alokasi dana 16 miliar. Uang 16 miliar ini untuk kegiatan pemasangan panggung, kemudian tata lampu, sewa peralatan, kemudian kursi, untuk tempat tidur dan lain-lain,” beber dia.
Sambungnya, dalam proses pencairan anggaran itu ada prinsip-prinsip kehati-hatian yang dilanggar. Dengan alasan karena kondisi mendesak, kemudian uang itu tanpa ada pertanggung jawaban terlebih dahulu sudah dicairkan.

“Sehingga ada beberapa item pertanggung jawaban yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Termasuk juga dalam proses-proses pencairan, dasar pencairannya itu tidak melalui proses verifikasi sehingga dengan demikian dana tersebut mudah saja dikeluarkan. Namun ketika pertanggung jawabannya diminta untuk kegiatan apa saja, ini tidak bisa diberikan pertanggung jawaban yang valid,” sebutnya.

Orang nomor satu di Kejari Buru ini menyatakan, kasus dugaan kerugian keuangan negara miliaran rupiah ini hingga saat ini sudah 21 orang saksi yang diperiksa penyidik Kejari Buru. Dalam kasus dugaan korupsi itu, Iskandar Walla hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Untuk sementara ini, ada tiga orang tersangka yang sudah ditetapkan sejak 2019 lalu, yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, terdapat dana sekitar Rp 10.684.681.624 yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Nomor 8.A/HP/XIX.AMB/06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditandatangani oleh Muhammad Abidin selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan.
Dijelaskan, pada tahun 2017 terdapat pemberian hibah uang kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bursel, senilai Rp.26.270.000.000 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.
Selain itu, lanjut Muhtadi, penyidik Kejari Buru telah menjadwalkan untuk pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla (IW), pada 8 April 2021 hari ini.
“Besok (hari ini) kita agendakan pemanggilan untuk Sekda Buru Selatan saudara IW, yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka JM untuk besok,” tegasnya.

Namun, Muhtadi belum bisa memastikan apakah mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Kabupaten Bursel akan menghadiri panggilan pemeriksaan tersebut atau tidak. Dan IW sendiri dalam acara tersebut menjabat sebagai Bendahara Umum kepanitiaan MTQ, yang kini statusnya sebagai saksi dalam perkara dimaksud.
“Belum dapat kabar apakah yang bersangkutan (IW) akan hadir atau tidak, kita lihat perkembangannya besok,” pungkasnya.

Sekedar tahu, dalam kasus ini, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu, Kepala Dinas Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad, yang menjabat sebagai ketua bidang sarana dan prasarana dalam kepanitiaan MTQ tersebut.

Selanjutnya, Bendahara Dinas Perhubungan Bursel, Rusli Nurpata, yang menjabat sebagai bendahara bidang sarana dan prasarana. Dan tersangka lain adalah Jibrael Matatula selaku Event Organizer dalam Kepanitiaan MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Buru Selatan.

Mereka bertiga, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Buru sejak 15 Oktober 2019 lalu. Namun, ketiganya belum ditahan, karena pengumpulan alat bukti masih berjalan. (MSR)

Comment