by

Mantan Kepala UPTD Leihitu Diwarning

Ambon, BKA- Mantan Kepala UPTD Kecamatan Leihitu, Junait Uweng, dipastikan tidak lolos dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana BOS SMP Negeri 8 Leihitu, Maluku Tengah (Malteng), yang menyeret kepsek SMP Negeri 8 Leihitu, Sobo Makatita, sebagai terdakwa.

Hal ini diungkapkan Akbar Salampesy, kuasa hukum terdakwa Sobo Makatita, usai mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (18/2).

Menurut Salampesy, mantan kepala UPTD Leihitu itu mendapat peringatan keras dalam kasus ini. Sebab sesuai pengakuan dia dipersidangan sebelum masuk dalam agenda tuntutan jaksa untuk terdakwa Sobo Makatita, dirinya sudah mengembalikan kerugian negara dari sebagian dana BOS yang diperuntukan untuk membeli mobiler sekolah.

“Kan minggu depan ini masuk agenda tuntutan, maka sudah tentu, saksi Junait Uweng seharusnya sudah kembalikan uang itu dalam jangka waktu satu minggu ini ke depan. Itu yang harus diingat saksi. Dan jika tidak, setelah putusan hakim, maka bisa jaksa kejar-kejar dia lagi,” ungkap Salampesy.

Jika memang setelah putusan hakim, namun saksi belum juga mengembalikan uang hingga amar putusan terdakwa mendapat kekuatan hukum tetap, terang Salampessy, maka otomatis saksi harus dijerat juga sebagai orang yang turut serta dalam melakukan kejahatan dalam kasus itu.

“Kalau memang saksi belum kembalikan uang sebelum masuk pada agenda putusan, pastinya dia juga harus ikut bertanggungjawab, karena ini uang negara. Dan saksi juga terlibat mengelola anggaran pembelian mobiler,” jelasnya.

Dia menegaskan, sebagai warga negara yang baik, diharapkan untuk selalu mentaati peraturan yang berlaku. “Kita juga dorong untuk bisa ada pengembalian kerugian uang negara itu. Hal ini juga sesuai pernyataan Hakim Anggota yang menyidangkan perkara ini, , Benhard Panjaitan. Dia mengatakan, bahwa kalau saksi tidak kembalikan uang, yang bersangkutan harus duduk dikursi terdakwa juga. Dan pasal 55 terkait turut serta itu jelas,” jelasnya.

Di sisi lain, salah satu tim jaksa penuntut umum yang dikonfirmasi mengaku, untuk langkah hukum terhadap mantan kepala UPTD, saat ini Kejari Ambon masih memberikan waktu untuk pengembalian uang.

Jika nantinya pada saat sidang dengan agenda tuntutan belum juga mengembalikan uang tersebut, maka yang bersangkutan sudah tentu akan diproses sesuai permintaan majelis hakim.

“Jadi nanti kita lihat, apakah dia kembalikan uang itu atau tidak. Kalau tidak, pasti dia diproses hukum, karena permintaan majelis hakim seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, muncul fakta baru terkait bukti keterlibatan pihak lain dalam pengelolaan dana BOS SMP Negeri 8 Leihitu, Maluku Tengah (Malteng).

Kasus yang menyeret mantan Kepala SMP Negeri 8 Leihitu, Sobo Makatita sebagai terdakwa itu, bisa saja melebar dengan adanya penambahan tersangka lain. Yakni, mantan Kepala UPTD Kecamatan Leihitu, Junait Uweng.

Pasalnya, saat dihadirkan di persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, 28 Januari lalu, dia mengaku, telah menerima sebagian dana BOS sebesar Rp 8 juta, yang kini belum dikembalikan dan dia gunakan untuk kepentingan pribadinya.(SAD).

Comment