by

Manuhutu Bantah Kabur Membawa Gaji Karyawan

Ambon, BKA- Pimpinan Cabang BUMN Perum Percetakan Negara (PN) Cabang Ambon, Martin A.P Manuhutu, membantah kabur dari tanggungjawabnya sebagai pimpinan perusahaan. Apalagi membawa lari gaji 30 pegawai perusanaan negara tersebut selama lima bulan.

Bantahan Manuhutu tersebut sekaligus mengklarifikasi pemeberitaan media ini, yang sebelumnya memberitakan kalau dia kabur dari tanggung jawab dan membawa lari gaji karyawannya selama lima bulan, pada 6 November lalu.

Menurut dia, ketidakberadaannya di kantor selama beberapa waktu lalu, karena sedang berkoordinasi dengan dengan Kantor Pusat Percetakan Negara RI di Jakarta, untuk memperlancar seluruh pekerjaan Kantor Percetakan Negara di Ambon.

“Sebagai pimpinan perusahaan harus melakukan koordinasi di Kantor Perum Percatakan Negara Ri di Jakarta, serta harus melakukan pekerjaan kedinasan di Jakarta untuk memperlancar proses pekerjaan Perum Percetakan Negara RI di Ambon,” terangnya.

Selain keperluaan kedinasan, keberadaan Manuhutu di Jakarta cukup lama karena dia menjenguk istri dan orangtuanya yang sakit.

“Istri dan orangtua saya mengalami sakit, maka saya terpanggil sebagai suami dan anak. Sehingga bukan menjadi alasan yang dibuat-buat, apa lagi kabur bawa gaji karyawan dari pekerja saya,” ujar Manuhutu.

Sedangkan menyangkut persoalan gaji yang belum terbayar sejak Mei 2020, dia mengaku, itu pembayarannya tertunda.

Akibat pandemi Covid-19, ujarnya, turut mempengaruhi pendapatan Perum Percatakan Negara Cabang Ambon yang semakin kecil. Sehingga pembayaran upayah pembayaran hak karyawan tertunda.

Tapi khusus untuk gaji Mei dan Juni sudah terbayar. Sehingga gaji yang tertunda pembayarannya tersisa lima bulan, yakni, Juli, Agustus, September, Oktober dan November.

“Terhitung bulan Mei 2020, sejatinya bukan tidak dibayar, tetapi mengalami penundaan pembayaran sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pendapatan perusahan yang semakin kecil,” pungkasnya.(RHM)

Comment