by

Marhaban Ya Ramadhan 1442, Antara Marhaban dan Ahlan wa Sahlan

Oleh: Fathurrahman, S.Pd.I>

Alhamdulillah. Adalah nikmat yang luar biasa jika kita masih dipertemukan kembali dengan Ramadhan 1442, bulan yang diyakini penuh dengan keberkahan dan sejarah menunjukkan betapa banyak kemenangan-kemenangan besar diraih di bulan Ramadhan, sehingga seolah bulan-bulan lain “hanya kebetulan”. Semoga Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Amin.

Acapkali kita mendengar ucapan “Marhaban” untuk bulan Ramadhan. Pernahkah Anda bertanya mengapa kita menggunakan ungkapan “Marhaban Ya Ramadhan” bukan “Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan”? Bukankan artinya sama-sama “Selamat datang”?

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata marhaban diartikan sebagai ungkapan berupa kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu yang artinya “Selamat Datang”. Menurut Prof. Shihab dalam bukunya yang berjudul Lentera Hati, para ulama menggunakan kata marhaban, bukan ahlan wa sahlan untuk menyambut bulan Ramadan karena memang ada perbedaan maknanya.

Ahlan terambil dari kata ahl yang berarti “keluarga”, sedangkan sahlan dari kata sahl yang berarti “mudah”. Sahl juga berarti dataran rendah. Tidak seperti dataran tinggi, Sahl tentu mudah dilewati, saking mudahnya kadang malah seperti ada yang mendorong jika kita melewati dataran rendah. Begitu kira-kira ilustrasi sederhananya.

Adapun Marhaban, ia diambil dari kata “rahb” yang berarti “luas atau lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Marhaban Ya Ramadhan, “Selamat datang Ramadan”, berarti: Kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan telah persiapkan untukmu tempat yang luas, agar engkau bebas melakukan apa saja yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa kami.

Dengan demikian, jika kita perhatikan, maka ucapan Marhaban Ya Ramadhan itu berkonsekwensi tidak sederhana. Ketika seseorang mengucapkan Marhaban, artinya ia harus serius dan bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi itu untuk mempersilahkan tamunya dengan apapun yang perlukan.

Ramadhan meminta kepada kita untuk memenuhi berbagai kebaikan. Kebaikan yang sesungguhnya adalah untuk diri sendiri sebagai tuan rumah bagi Ramadhan, dengan goal akhir adalah menjadi pribadi yang lebih bertakwa lagi kepada Allah SWT.

Semoga kita dapat mewujudkan apa yang kita ucapkan, dan menjadikan Ramadhan 1442 kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya. Amin. (*)

Comment