by

Masa Pandemi, Angka Kehamilan Menurun

Ambon, BKA- Selama pandemi, banyak aktivitas masyarakat yang dibatasi dan dihimbau untuk tetap berada di rumah, guna memutus mata rantai Covid-19 di Kota Ambon. Hal ini tidak lantas berpengaruh terhadap peningkatan angka kehamilan. Sebaliknya, angka kehamilan justru menurun selama pandemi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty mengaku, terkait hal ini, ada 50 desa atau kelurahan yang telah diminta BKKBN Pusat agar mengantisipasi Fasilitas Kesehatan yang ada.

Dengan begitu, seluruh petugas DPPKB yang ada di desa atau kelurahan, dapat menghalangi kondisi kehamilan dengan berikan sebuah pil KB bagi masyarakat. Namun, jika masyarakat tidak bisa mengambil pil dimaksud, maka petugas secara langsung harus membawanya ke setiap rumah. Yang mana untuk dua desa atau kelurahan menjadi tanggung jawab satu petugas.

Secara rinci melalui DPPKB, dijelaskan, bulan Maret 2020, Kecamatan Sirimau sebanyak 738, April 738, Mei 738, Juni 704, dan Juli 704 ibu Hamil. Sedangkan di Kecamatan Nusaniwe, pada bulan Maret 2020 sebanyak 302, April 302, Mei 302, Juni 252, dan Juli 252 ibu hamil.

Untuk Kecamatan Baguala, bulan Maret 208, April 208, Mei 208, Juni 192, dan Juli 192 ibu hamil. Kemudian Kecamatan Teluk Ambon bulan Maret 135, April 135, Mei 135, Juni 135, Juli 130 ibu hamil.

“Bulan Januari hingga Februari 2020 belum ada Covid-19 di Kota Ambon. Dan pada bulan Maret baru ada masyarakat yang positif Covid-19. Jadi bisa di lihat dari dua bulan itu, jadi dalam beberapa bulan terdampak Covid-19 angka kehamilan menurun, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi,” pungkas Welly. (BKA-1)\

Comment