by

Masih Berputar Pemeriksaan Saksi di Kasus PLTMG

Ambon, BKA- Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pembangunan kantor Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Namlea terus digelar penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan Kejari Buru.

Kali ini, tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua pegawai dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buru di Namlea. Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, dua saksi yang dicecar tim berbaju cokelat itu yakni, saksi PS dan A.I.T. Keduaya diperiksa secara terpisah oleh tim penyidik.

“Dua saksi dari BPN Namlea, mereka adalah saksi P.S. dan A.I.T. pemeriksaan kepada keduanya secara terpisah,” ungkap Sapulette, Selasa (20/10).

Kata dia, pemeriksaan berlangsung untuk kedua saksi, pertama saksi P.S diperiksa sejak pukul 11.30-13.00 WIT, sedangkan saksi A.I.T. diperiksa sejak pukul 12.00 WIT sampai 13.30 WIT.

“Kedua saksi dicecar dengan 16 pertanyaan. Dan pemeriksaan juga berlangsung di kantor Kejari Buru,” tandas Sapulette.

Sementara itu, sumber penyidik di Kejati Maluku mengatakan, sekalipun Kasi Penkum Kejati Maluku tidak menjelaskan secara detail terkait materi pemeriksaan yang berlangsung, namun yang jelas pemeriksaan itu seputaran transaksi penjualan lahan yang dilakukan Fery Tanaya kepada PLN Wilayah Maluku-Malut.

“Materinya kan soal transaksi jual beli lahan untuk kantor PLTMG itu, karena memang jaksa lagi marathon dalam penyidikan kasus ini,” pungkas sumber itu menolak namanya di korankan, Selasa kemarin.

Sebelumnya diberitakan, pengungkapan bukti-bukti untuk mengetahui aktor utama dibalik kasus dugaan korupsi penjualan Lahan untuk kantor PLTMG Namlea, di Kabupaten Buru yang diduga merugikan uang negara sebesar Rp 6 miliar lebih ini terus dikejar tim penyidik pidsus Kejati Maluku.

Meski dilain sisi, kuasa hukum Fery Tanaya menyarankan agar pengusutan kasus tersebut harus kejaksaan hadirkan ahli bahasa untuk menerjemahkan amar putusan praperadilan yang dimenangkan oleh Fery Tanaya di Pengadilan Tipikor Ambon akhir September kemarin, tapi jaksa terus mengejar bukti-bukti di kasus tersebut.

Sumber penyidik di Kejati Maluku mengatakan, penyidik Kejati Maluku hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan marathon untuk mengungkap aktor utama dibalik kasus penjualan lahan untuk kantor PLTMG Namlea tersebut.

Sebab, kata dia, Kejaksaan mempunyai bukti kuat, kalau lahan yang dipakai untuk pembangunan kantor PLTMG Namlea itu, adalah tanah milik negara. Sehingga Fery Tanaya diduga melakukan perbuatan pidana dalam proses penjualan lahan tersebut.

“Pokonya jaksa pasti sudah punya bukti kuat, lihat, beberapa hari lalu, pernyataan pak Kajati. Bahwa Fery Tanaya itu tidak punya lahan dan rumah di Kabupaten Buru. Itu sesuai laporan tim disana,” ungkap sumber jaksa menolak mananya dikorankan, Senin (19/10). (SAD)

Comment