by

Masih Langka, Warga Namlea Harus Antri Demi Mitan 5 Liter

Ambon, BKA- Masyarakat Kota Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, masih mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) hingga 1 Februari 2021, kemarin.

Berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, warga di kompleks Batas Kota, Kota Namlea, harus mengantri untuk mendapatkan jatah Mitan satu jerigen 5 liter, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka untuk memasak.

Puluhan konsumen rumah tangga terpaksa mengantri berjam-jam, untuk mendapatkan lima liter Mitan per orang.
Keluhuran kelangkaan mitan di ibukota kabupaten yang terkenal sebagaipenghasil Minyak Kayu Putih ini terjadi sejak akhir 2020 lalu.

Walaupun langkah, namun harga Mitan per liter masih tergolong standar. Untuk tingkat agen, harga minyak tanah hanya Rp 5 Ribu per liter.

“Kami antri sejak tadi. Harganya Rp.5000 per liter. Kami masih susah dapat minyak tanah, karena harus antri dan masih langkah,” ucap salah satu warga Batas Kota, Ibu Ani, Senin (1/2).

Keluhuran yang sama disampaikan warga Kompleks Bandar Angin, Yuli. Ia mengeluhkan stok Mitan yang langkah dan harus mengantri panjang, untuk mendapatkan minyak tanah.
“Di Bandar Angin ini, kami susah juga dengan minyak tanah. Sama kondisi dengan di Bandar Angin harus antri supaya dapat minyak tanah,” ujar Yuli.

Perempuan 25 tahun ini berharap, kelangkaan Mitan di Kota Namlea secepat diatasi oleh pemerintah, agar masyarakat tidak perlu mengantri panjang untuk mendapatkan minyak tanah.

“Semoga permasalahan ini cepat diatasi oleh pemerintah daerah, agar masyarakat tidak setengah mati antri supaya dapat minyak tanah,” tandasnya.

Sekda Kabupaten Buru, M. Ilyas Hamid, yang ingin dikonfirmasi terkait hal itu, meminta wartawan agar koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru.
“Koordinasi dengan Dinas Perindag dulue,” pinta Sekda kepada wartawan koran ini. (MSR)

Comment