by

Masyarakat Adat Ancam Saniri Negeri Passo

beritakotaambon.com – Masyarakat adat Negeri Passo protes dan mengeluarkan pernyataan sikap terhadap Saniri Negeri Passo, segera menindaklanjuti surat dari Pemerintah Kota Ambon, yang meminta proses kembali penetapan Mata Rumah Parentah. Mereka juga mengancam Saniri Negeri jika surat tersebut tidak ditindaklanjuti.

Kepada media ini, Kamis (14/10), sekitar 43 masyarakat adat Negeri Passo yang menandatangani pernyataan sikap tersebut. Agar Saniri Negeri Passo segera memproses surat balasan dari Pemerintah Kota Ambon, yang meminta proses kembali penetapan Mata Rumah Parentah tertanggal 27 Agustus 2021, nomor 147/3159/EKOT.

Puluhan warga yang menyatakan sikap ini, diantaranya para Kepala Soa dan perwakilan anggota Mata Rumah Negeri Passo, yang berkewajiban menjaga dan mempertahankan hukum adat serta adat istiadat di Negeri Passo.

Baca juga: 25 Oktober, 149 CPNS Ikut Diklat Prajabatan

Dalam pernyataan itu, beberapa poin yang ditulis untuk ditindaklanjuti diantaranya, penetapan mata rumah parentah yang telah dilakukan Saniri Negeri Passo beberapa waktu lalu, bertentangan dengan hukum adat, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena itu, tulis warga, penetapan tersebut telah batal atau batal demi hukum setelah adanya surat dari Pemerintah Kota Ambon. Kedua, mereka meminta Saniri Negeri segera menetapkan mata rumah parentah melalui mekanisme pembentukan Peraturan Negeri (Perneg).

Penetapan ini juga, tambah mereka, patut memperhatikan mekanisme dan prosedur yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Serta fakta-fakta adat istiadat yang sudah ada sejak Negeri Passo berdiri dan terbentuk.

Baca juga: DPD Lasqi Ambon Capai Hasil Memuaskan

“Negeri Passo hanya memiliki satu Mata Rumah Parentah, yakni Mata Rumah Simauw dan tidak ada mata rumah yang lain. Sehingga Saniri Negeri Wajib menetapkan Mata Rumah Simauw sebagai satu-satunya Mata Rumah,” sebut mereka dalam poin tiga pernyataan sikap, Kamis (14/10).

Sebagai keterwakilan, dari Kepala-kepala Soa dan perwakilan Mata Rumah-Mata Rumah di Negeri Passo menegaskan, Mata Rumah Simauw adalah satu-satunya Mata Rumah Parentah di Negeri Passo berdasarkan hak asal-usul dan hukum adat yang sejak semula telah ada di Negeri Passo.

Karena itu, mereka menolak dan melarang Saniri Negeri Passo untuk menetapkan 2 Mata Rumah Parentah di Negeri Passo dan/atau menetapkan Mata Rumah lain sebagai Mata Rumah Parentah selain Mata Rumah Simauw.

Dan bila dalam jangka waktu 21 hari, Saniri Negeri Passo tidak melakukan langkah-langkah konkrit sesuai tuntutan, mereka yang terdiri dari 4 Soa ini akan mendesak Pemerintah Kota Ambon melengserkan Saniri Negeri Passo.(UPE)

Baca juga: DPRD Ambon Diduga Rugikan Negara Rp 5,3 Miliar

Comment