by

Masyarakat Adat Kian Darat Duduki DPRD

Ambon, BKA- Masyarakat Adat Negeri Kiandarat, Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SBT, Selasa (22/9).

Mereka menuntut Ketua Komisi A DPRD SBT, Umar Gassam, untuk meminta maaf kepada Raja Negeri Adat Kiandarat, Abdul Razak Weaul Artafela, dan masyarakat pada 16 dusun di petuanan negeri itu, atas pernyataannya pada salah media TV swasta nasional.

Pernyataan Gassam di TV swasta nasional itu dinilai mencoreng nama baik Raja Adat Kian Darat selaku simbol adat masyarakat setempat.

Karena pernyataan itu, tidak tanggung-tanggung ratusan massa dari 16 dusun di Negeri Kiandarat itu datang di Bula, menggunakan enam truk dan puluhan mobil dan puluhan kendaraan roda dua.

Koordinator Lapangan (Korlap), Samad Kelsaba, dalam orasinya mendesak agar Umar Gassam harus meminta maaf kepada masyarakat adat Negeri Kiandarat.

Selain itu, Kelsaba juga mendesak agar Umar Gassam harus membayar sangsi adat di 16 dusun di Negeri Kiandarat. “Atas nama pribadi dan masyarakat adat, saya meminta Umar Gassam meminta maaf dan harus bayar denda atas ucapannya,” kata Kelsaba.

Sedangkan terkait beberapa oknum pemuda yang sebelumnya menggelar aksi mengatas namakan masyarakat Adat Negeri Kiandarat, yang meminta agar Raja Abdul Razak Weaul Artafela turun dari jabatannya, masyarakat 16 dusun Kiandarat itu meminta agar mereka diproses hukum.

“Dan enam orang itu harus diproses secara hukum,” kata Kelsaba.

Setelah sekitar dua jam berorasi, masa pendemo langsung ditemui Ketua DPRD Kabupaten SBT, Noaf Rumauw, dan beberapa Anggota DPRD lainnya.

Sempat beradu argumentasi dan saling berdebat, akhirnya Ketua DPRD SBT meminta perwakilan pendemo untuk berdialog didalam ruangan rapat gabungan. Sekitar 50 orang perwakilan masyarakat adat bersama Ketua dan Anggota DPRD berdialog.

Kepada para pendemo, Rumauw menyampaikan, selaku pimpinan lembaga perwakilan rakyat, dirinya akan berkoordinasi dengan Umar Gassam selaku Anggota DPRD terkait pernyataannya tersebut.

“Saat ini Gassam masih bertugas di kecamatan. Sehingga apa yang disampaikan akan ditindaklanjuti ketika yang bersangkutan sudah ada di tempat,” pungkasnya.(LAN/BKA-2)

Comment