by

Masyarakat Aru Tidak Puas Dengan Debat Kandidat

Ambon, BKA- Debat perdana kandidat pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Aru yang digelar KPU pada 16 November kemarin, menimbulkan rasa ketidakpuasan ditengah masyarakat.

Masyarakat menilai, debat yang dilakukan oleh dua Paslo tersebut, yakni, Johan Gonga-Muin Sogalrey dan Timotius Kaidel-Lagani Karnaka, hanya berisikan janji-janji politik saja. Tidak ada pemaparan program kerja lima tahunan yang ideal.

Mestinya, kedua paslon lebih fokus dalam menyampaikan tujuan visi-misi secara konkrit, untuk mewujudkan janji-janji mereka saat berkampaye.

“Kita sebagai masyarakat melihat debat kemarin tidak ideal. Masing-masing paslon tak konkrit sampaikan program kerja lewat Visi-Misi mereka. Misalnya gini, saya akan mensejahterakan rakyat dari segi pendidikan. Nah, kebijakannya seperti apa yang akan diambil dan seterusnya itu yang diharapkan, bukan mengambang,” ungkap salah satu warga Kabupaten Kepulauan Aru, Els Duganata, Rabu (18/11).

Semestinya kedua paslon, baik Johan Gonga-Muin Sogalrey dan Timotius Kaidel-Lagani Karnaka, harus mampu dalam menjual gagasan brilian, untuk mengeluarkan daerah ini dari keterpurukan. Misalnya, gagasan tata kelola keuangan, peningkatan PAD, SDM maupun program-program pro rakyat lainnya.

”Jujur kami mau bilang, bahwa mereka (kedua Paslon) memang monoton. Tak ada penyampaian gagasan brilian lewat visi-misi mereka untuk bangun daerah ini,” lanjut Guganata.

Untuk itu, dia berharap, agar debat publik kedua, yang rencananya digelar pada 20 November 2020 nanti, kedua paslon harus bisa menjelaskan tujuan konkrit visi-misi mereka. Sehingga masyarakat Kepulauan Aru tidak salah dalam memilih pemimpin yang ideal.

Pemimpin yang benar-benar mau bekerja dengan hati untuk kepentingan rakyat. Bukan pemimpin yang mau mencari kekuasaan semata untuk kepentingan pribadi.

“Harapan kami, debat kedua nanti lebih baik lagi. Kedua Paslon harus bisa menjelaskan tentang tujuan kerja mereka kedepan, untuk membangun daerah ini. Ya, kalau tujuannya juga supaya kami jangan bingung memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang,” harapnya.(WAL)

Comment