by

Masyarakat Belum Taat Prokes

Ambon, BKA- Upaya memutus penyebaran Covid-19 di Kota Ambon, belum sepenuhnya didukung masyarakat. Hal ini terlihat dari penerapan protokol kesehatan yang belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat. Yakni sebagian masyarakat menggunakan masker saat ada Operasi Yustisi yang dilakukan Satgas Covid-19.

“Kalau ada petugas, mereka pakai masker. Kalau tidak ada langsung dilepas. Padahal itu bahaya,” heran Koordinator Bidang Aktivitas Kerja, Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benny Selanno, kepada wartawan, Selasa (22/12).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon ini menilai, hal tersebut banyak ditemukan saat melakukan Operasi Yustisi. Dan wilayah yang paling banyak malas menggunakan masker ketika tidak ada petugas, yakni kawasan pasar Mardika, terminal dan beberapa tempat keramaian lainnya.

“Fakta yang terjadi di Mardika, walaupun terjadi kerumunan warga tidak menggunakan masker. Banyak masker dikantongi, nanti kalau ada petugas baru dipakai,” ujarnya.

Bukan saja itu, lanjut Benny, fakta lainnya yang terjadi dalam Pandemi Covid-19 di Kota Ambon, penerapan Protokol Kesehatan juga hanya berlaku saat Siang hari. Setelah itu, banyak warga yang tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah.

“Jadi untuk memakai masker, menjaga jarak itu kelihatannya hanya berlaku siang saja. Kalau sudah mau malam, banyak sekali orang yang beraktivitas tanpa masker,” imbuhnya.
Dia berharap, masyarakat bisa secara sadar dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Sebab, satu-satunya cara untuk menghindari penularan hanyalah dengan mentaati protokol kesehatan.

“Kami harap, masyarakat jangan hanya melihat petugas saja baru memakai masker. Pakai masker ini kan untuk melindungi diri dan keluarga dari penularan wabah ini. Harus kita ketahui bahwa virus ini tidak terlihat, jadi diharapkan tetap waspada,” pinta Benny. (BKA-1)

Comment