by

Masyarakat Desak Mantan Bupati SBB Segera Diperiksa

beritakotaambon.com – Diduga monopoli lahan tanpa ijin, mantan Bupati Seram Bagian Barat, Jacobus Puttileihalat, didesak diperiksa Polres SBB.

Pasalnya, mantan Bupati dua periode ini perbuatannya sudah keterlaluan. Dirinya menyuruh beberapa orang warga naik ke gunung Tinggi, lokasi tambang nikel, tepatnya di Dusun Talaga, Desa Piru, Kecamatan Piru, untuk melakukan pengambilan sampel di lokasi tambang, padahal, tambang tersebut belum dilakukan operasi, karena belum mendapat ijin dari keluarga Manuputty.

“Masyarakat sangat resah dengan Bupati Bob (Jacobus Puttileihalat), dia menyuruh 20 sampai 40 orang naik ke gunung Tinggi lalu mengambil sampel. Setelah itu orang-orang ini balik ke penginapan Amadeus di Piru. Karena masyarakat geram, masyarakat datang mengambil kembali sampel itu dari mereka. Namun, ada anggota Intel dari Polres yang mendatangi rumah keluarga Manuputty untuk meminta kembali sampel itu,” ujar Kuasa hukum keluarga Manuputty, Ferry Ch. Latupeirisa, kepada Beritakota Ambon, Rabu (25/80).

Baca juga: Abdul Gafur Laitupa Yakin Menang di MA

Latupeirissa mengatakan, terhadap tindakan ini, keluarga Manuputty sudah melaporkan ke Polres SBB untuk dilakukan proses hukum, namun sampai hari ini, Polres SBB belum juga melakukan pemanggilan terhadap Jacobus Puttileihalat bersama kroni-kroninya itu.

“Untuk itulah, kita pertanyakan hal ini kepada pihak Polres SBB, mengapa belum juga dilakukan pemanggilan terhadap oknum-oknum ini,” kesal Ferry.

Dia mengaku, saat dua anggota Intel Polres SBB mendatangi keluarga rumah Manuputty, mereka beralasan bahwa,kedatangan mereka itu diperintahkan dari Mabes Polri.

“Yang jadi pertanyaannya, apa hubungannya Mabes dengan sampel-sampel ini, ini kan tambang masyarakat, kok mengapa mereka datang beralasan seperti itu,” kesalnya.

Terhadap persoalan ini, kata dia, tokoh-tokoh adat rencana melakukan perlawanan, namun mereka mengerti bahwa ada jalur hukum yang harus dilalui, sehingga masyarakat melaporkan ke Polres. Namun sampai kini belum ada tindaklanjut apa-apa. “Kita minta Kapolres SBB jangan menutup mata terhadap hal ini, kita mau laporan yang sudah kita masukan itu segera diproses,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sampai kini masyarakat menolak untuk dilakukan operasi tambang nikel di lahan milik warga Manuptty. Sebab,masyarakat inginkan, ada kesepakan harga lahan dan juga pembagian hasil dulu sebelum dilakukan operasi.

Baca juga:
Kejari Aru Diduga Lakukan Kriminalisasi Hukum

“Kita saat ini sedang jaga untuk tidak ada orang yang masuk ke sana (tambang), karena beberapa hari lalu, masyarakat melihat, ada beberapa orang membawa alat-alat berat ke sana, ini yang membuat masyarakat resah sampai sekarang, makanya masyarakat mau polisi segera proses laporan yang sudah dilaporkan ini dulu,” pungkasnya.(SAD)

Comment