by

Masyarakat Diharapkan Taati Prokes 4 M

Ambon, BKA- Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon, masyarakat diharapkan tetap mentaati protokol kesehatan (prokes) 4M, yakni selalu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan selalu menghindari kerumunan.

“Kita harap masyarakat juga betul-betul dapat mengedapankan 4M yaitu, Menggunakan Masker, Menjagajaga jarak, Menghindari kerumunan, dan rajin Mencuci tangan,” pesan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adrianz, kepada wartawan, Rabu (2/12).

Dijelaskan, jika masyarakat kota Ambon dapat mematuhi aturan yang dianjurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terkait protokol kesehatan, maka tidak ada kluster baru penyebaran Covid-19.

Joy yang juga Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon mengaku, Pemkot Ambon melalui Satgas Covid-19 di lapangan, akan tetap menerapkan operasi Yustisi, selama peraturan walikota (Perwali) nomor 25 tahun 2020 tentang penegakkan protokol kesehatan belum dicabut.


“Satun tugas tetap melaksanakan tanggung jawab untuk mencegah dan mengurangi dampak dari pada pandemik covid-19. Dengan melakukan operasi Yustisi secara ketat,” ujarnya.

Terkait Operasi yustisi, ucap Joy, langkah yang ambil pemerintah kota Ambon dalam memberikan penegakan di lapangan, agar masyarakat patuh dengan anjuran pemerintah. Sehingga Covid-19 ini, dapat ditekan semampu mungkin.

“Memberikan pencerahan bagi masyarakat, agar masyarakat paham bahwa kita sementara ada dalam kondisi pandemi,” ulasnya.

Joy juga menyebutkan, apabila masyarakat dan pemerintah selalu bekerja sama untuk menekan penyebaran Covid-19, maka kluster baru sulit meningkat.

“Kondisi pandemi ini hanya bisa diselesaikan ketika seluruh masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk bagaimana kita sama-sama dapat mencegah munculnya klaster baru,” cetusnya.

Dijelaskan, Kota Ambon hingga kini masih berada dalam zona orange. Dan kasus terkonfirmasi saat ini, telah mencapai ribuan. Begitupun dengan angka pasien Covid-19 yang telah sembuh. Sementara untuk scoring zonasi penyebaran Covid-19, masih belum bergerak dari sebelumnya.

“Sementara dirawat itu ratusan. Sedang yang telah meninggal dunia berjumlah 40 orang. Dan scoring zonasi masih belum bergerak dari sebelumnya, yang hanya 1.91,” pungkas Joy. (BKA-1)

Comment