by

Masyarakat Minta Legalkan Tambang Gunung Botak

BURU-BKA, Masyarakat kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, berharap agar tambang emas tersebut bisa dibuka oleh pemerintah. Sehingga masyarakat bisa melakukan penambangan secara legal.

Keinginan tersebut disampaikan Nuryana Saleky, pedagang nasi di kawasan Gunung Botak, yang terjaring penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan Polres Pulau Buru, 28 Juli 2021 lalu.

Baca: Jaksa Minta BPKP Audit Dua Kasus Dugaan Korupsi di Bursel

Razia itu digencarkan Polres Pulau Buru, karena kawasan Gunung Botak mulai kembali dipadati aktivitas penambang ilegal.

Pada razia itu, perempuan 61 tahun itu terpaksa membongkar tenda tempat jualannya, karena diminta oleh aparat.

Namun dia mengancam, akan kembali beraktivitas di kawasan itu setelah razia dilakukan. “Iya, bapak-bapak petugas (Polisi) pergi, kita orang Buru pasang (tenda) lagi. Karena kita punya hak, kita tidak mencuri. Kalau kita pencuri, kita diikat (tangkap),” kata Nuryana.

Menurutnya, dia hanya berjualan nasi bagi para penambang ilegal yang beraktivitas di Gunung Botak. “Kita ini cuma bisa cari rejeki di sini. Kalau kita dilarang disini lagi kita mau kemana?” ujar Nuryana.

Untuk itu, dia meminta pemerintah agar memperhatikan nasib masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Botak.

“Saya di sini hanya jualan makan saja. Hanya saja yang kami harapkan dari pemerintah, agar perhatikan kami di Gunung Botak ini, karena di Gunung Botak ini tempat mencari nafkah masyarakat,” ujar dia.

perempuan paruh baya itu mengungkapkan, memang wilayah PETI Gunung Botak sudah dinyatakan tutup, sejak beberapa tahun lalu. Namun seiring kebutuhan masyarakat di wilayah ini, ditambah banyaknya pengusaha luar yang masuk, membuat PETI sulit untuk bisa ditutup secara permanen.

Baca: PA Namlea Sosialisasikan Zona Integritas Menuju WBK

Untuk itu, dia meminta, agar pemerintah melagalkan tambang emas Gunung Botak. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas, serta hasil tambang bisa dikelola secara baik, tanpa harus menghawatirkan masalah pencemaran limbah mercuri yang ditimbulkan akibat pengolahan hasil tambang emas secara ilegal.

“Karena dengan adanya tambang, kita orang Buru bisa maju. Makanya kita minta dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat, supaya perhatikan kami di daerah Pulau Buru,” pungkasnya.(MSR)

Comment