by

Matakohy Diminta Transparan Kelola BOS

Ambon, BKA- Kepala SD Inpres 36 Rumah Tiga, A. Matakohy, diminta transparan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal itu disampaikan sejumlah guru di sekolah tersebut.

Menurut mereka, sejak dilakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat Covid-19, Matakohy dinilai tidak transparan lagi dalam pengelolaan dana BOS.

“Sebelum Covid-19, penggunaan dana BOS itu sesuai juknis. Tapi saat mulai ada corona, sudah tidak ada lagi kejelasan soal penggunaan dana BOS. Pokoknya, setiap pencairan, selalu beralasan akan membayar hutang. Tidak tahu, hutang soal apa saja. Kan belajar tatap muka tidak jalan, jadi tidak ada pengeluaran anggaran besar. Itu yang dimintakan, kepsek harus transparansi soal penggunaan anggaran dana BOS,” kata salah satu guru SD Inpres 36 Rumah Tiga yang tidak ingin namanya dikorankan, Rabu, (6/1)

Akibat tidak adanya transparansi tersebut, katanya, guru-guru terus mengeluh. Karena kurang lebih dua kali pencairan dana BOS, mereka belum mendapatkan hak-hak mereka. Padahal kewajiban mereka terus dilakukan, meskipun itu dilakukan lewat jarak jauh atau Luring.

“Di dana BOS itu kan, ada dianggarkan juga uang teh bagi guru. Tapi sudah dua triwulan, tidak diberikan. Kalau dengan situasi begini, saya kira anggaran tidak terpakai habis. Bayangkan, setiap triwulan itu, kita terima kurang lebih Rp 19 juta, tapi katanya habis terpakai untuk bayar hutang,” bebernya.

Tidak hanya itu, kepsek yang kini telah memasuki masa pensiun tersebut juga diminta mempertanggungjawabkan anggaran Ujian Nasional tahun 2020 lalu. Karena akibat Covid-19, tidak dapat menyelenggarakan ujian. Namun telah memungut biaya dari orangtu siswa.

“Kalau tidak salah, ada sekitar 19 siswa yang mau ikut ujian, tapi karena corona, tidak jadi ujian. Sehingga sebenarnya harus pertanggungjawabkan anggarannya. Sebab waktu itu, siswa diminta membayar Rp 300 ribu. Entah itu sudah terpakai atau belum, kan harus disampaikan juga ke orangtua. Karena ujian tidak jalan. Intinya itu ada di transparansi keuangan saja, maka semua hal itu berjalan lancar,” tandasnya. (LAM)

Comment