by

MBD Dijatahi 40 Unit BTS

Ambon, BKA- Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali mendapat jatah pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Bakti oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Pembangun BTS Bakti akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun, yakni tahun ini hingga 2022 mendatang.

Dalam dua tahun tersebut, Kabupaten MBD mendapat jatah sebanyak 82 unit BTS Bakti dan akan dibangun sebanyak kurang lebih 40 unit di tahun ini. Ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten MBD, W.A.A. Petrusz, kepada koran ini, Sabtu (17/4).


Menurutnya, ketetapan pembangunan BTS Bakti ini disampaikan melalui konsultasi dan koordinasi antara Dinas Kominfo dan Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) pada 29 Maret 2021 lalu.

Dijelaskan, melalui koordinasi tersebut maka Kementrian Kominfo RI melalui BAKTI memastikan, dalam tahun 2021-2022 akan dibangun secara bertahap sebanyak 82 unit BTS BAKTI di wilayah Kabupaten MBD. Sesuai usulan pemerintah daerah yang telah diinput melalui aplikasi PASTI BAKTI.

“Untuk pembangunan BTS itu sendiri, akan dimulai dengan tahapan survey lokasi. Yang tentunya disesuaikan dengan usulan dari daerah. Pihak yang akan melakukan survey yaitu pihak Bakti dan kominfo daerah setempat. Dan membutuhkan waktu satu atau dua bulan, disesuaikan dengan kondisi alam,” terang Petrusz.

Ia mengaku, survey lokasi akan dilakukan paling lambat pekan depan dan cukup berbeda dengan pembangunan BTS sebelumnya. Dimana saat ini, BTS akan diupayakan mampu menjangkau sebagian besar pemukiman warga. Agar dapat mempermudah akses internet serta komunikasi, baik untuk menunjang pendidikan, kinerja pemerintahan pada tingkat desa, kesehatan maupun kepentingan masyarakat lainnya.

“Seluruh pimpinan desa maupun kecamatan untuk selalu berkoordinasi dengan dinas kominfo. Ini agar tidak terjadi miss komunikasi atau tindakan-tindakan oleh oknum yang mengatasnamakan kementerian kominfo, Bakti, dinas kominfo provinsi dan dinas kominfo kabupaten MBD, untuk meminta sesuatu agar proses pembangunan BTS dapat segera terealisasi,” tandasnya.

Petrusz menambahkan, terkait lahan yang disiapkan dilokasi pembangunan BTS, diharapkan untuk dapat menunggu hasil survey tim. Karena berdasarkan survey tersebut, baru dapat ditentukan titik koordinat pembangunan tower BTS.
“Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman, antara pemerintah daerah dan masyarakat yang adalah pemilik lahan,” imbuhnya.

Dan untuk wilayah yang akan dilakukan pembangunan Tower BTS, hingga saat ini belum rampung. Namun pihaknya akan secepatnya menyampaikan wilayah mana saja yang mendapat jatah pembanguan BTS Bakti tahun 2021, yang direncakan dibangun pada pertengan tahun. (GEM)

Comment