by

Mei Batas Penjualan Tiket Pelni

Ambon, BKA- PT. Pelni tidak akan lagi menjual ticket kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan antar pulau atau antar provinsi, pada 6 Mei mendatang.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran Satgas Covid-19 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021, sekaligus sebagai upaya pengandalian penyebaran virus corona.

Selanjutnya, PT Pelni baru akan kembali menjual ticket bagi masyarakat pada 18 Mei mendatang. Hal itu disampaikan Plt Kepala Cabang Pelni Ambon, Rusydi, pada koran ini, Sabtu(24/4).

Menurutnya, selama ticket tidak dijual, operasional kapal Pelni tetap berjalan seperti biasa, baik menurunkan penumpang maupun aktvitas bongkar muat barang.

Namun khusus untuk pelayanan ticketing pada 6 sampai 17 Mei, hanya dikhususkan bagi pelaku perjalanan kategori perjalanan dinas/non mudik, sesuai edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021.

Sehingga bagi pelaku perjalanan dinas yang ingin mendapatkan ticket Pelni, katanya, dapat langsung menuju loket pembelian ticket yang ada di masing-masing kantor cabang Pelni, dengan tetap memenuhi beberapa ketentuan dan persyaratan. Yakni, menunjukan hasil test RT-PCR/antigen yang masih berlaku dengan kurun waktu 3 kali 24 jam, atau hasil test GeNose-C19 yang berlaku 1 kali 24 jam.

“Ini semua arahan dari Pelni pusat, merujuk surat edaran Satgas Covid-19 tentang peniadaan mudik lebaran Idul Fitri. Sehingga mulai 6 Mei hingga 17 Mei, Pelni tidak akan menjual tiket kapal. Khusus ASN dan TNI/Polri, ada pengecualian untuk melakukan perjalanan dinas dengan tetap menjalankan Prokes,” jelas Rusydi, Sabtu (24/4).

Dikatakan, meskipun sudah ada larangan mudik lebaran, namun aktivitas kapal tetap berjalan seperti biasa, sesui dengan treyeknya.

“Nanti kapal tetap berjalan seperti biasanya, baik dari Saumlaki, Tual, Banda dan sampai Ambon. Contohnya, tanggal 4 langsung stop atau Prosty tidak jalan lagi dan akan jalan kembali setelah tanggal 18 Mei, seriring dengan dibuka kembali loket penjualan tiket,” jelasnya.

Menurutnya, pemberlakuan ini bukan hanya bersifat lokal, tapi secara nasional. Sehingga bukan hanya transpotasi laut, tapi semua transpotasi, udara, laut, kereta api dan lainnya.

Terkait dengan jenis kapal Pelni tipe 2000, seperti KM Dorolonda atau jenis KM lainnya, untuk tetap beroperasi. Pelni masih menunggu arahan pusat. Tapi tidak untuk penumpang umum, kecuali kedinasan dan anggkutan barang.(RHM)

Comment