by

Melihat Ekspor Benih Lobster Sebelum Edhy Prabowo di OTT KPK

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor benih lobster (benur). Penghentian dilakukan sebagai buntut operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap eks Menteri KKP Edhy Prabowo.

Penghentian sementara itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor B. 22891/DJPTPI.130/XI/2020 tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) yang diterbitkan Kamis (26/11).
Penghentian ekspor ini kemungkinan akan berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia. Tapi berapa sebenarnya kontribusi ekspor benih lobster terhadap neraca perdagangan?
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor benih lobster (kode HS 03063110) tercatat sebesar US$112 ribu dengan volume 32 kilogram (kg) per Juni 2020 kemarin.
Ini adalah pertama kalinya ekspor benur dilakukan setelah Edhy Prabowo menerbitkan Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 pada Mei 2020 yang merevisi Peraturan Menteri KP Nomor 56 Tahun 2016 era Menteri Susi Pudjiastuti tentang larangan ekspor benih lobster.
Sebulan setelah keran dibukan, nilai ekspor benih lobster melonjak menjadi US$3,66 juta dengan volume 1.388 kg. Sementara pada Agustus ekspor naik dua kali lipat hingga mencapai US$6,43 juta dengan volume ekspor benih lobster 4.216 kg.
Pada Juli, benur yang tercatat mencapai US$3,66 juta itu hanya diekspor ke Vietnam. Selanjutnya, nilai ekspor ke Vietnam semakin meningkat pada Agustus 2020 menjadi US$6,42 juta dan September 2020 tembus US$15,09 juta.
Ekspor benih lobster juga dilakukan ke negara selain Vietnam, namun nilainya kecil. Ke Taiwan, misalnya tercatat sebesar US$7.000 pada Agustus 2020 lalu. Lalu, ekspor benih lobster ke Hong Kong pada September 2020 senilai US$60.355.
Secara total, nilai ekspor benih lobster sejak Maret hingga September 2020 sebesar US$25,36 juta. Jumlah benih lobster yang diekspor sebanyak 12.100 kg.
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti dalam acara Susi Cek Ombak di Metro TV, Rabu (25/11) mengaku sedih dengan kebijakan yang diambil Edhy Prabowo.
Pasalnya, hal tersebut dapat membuat lobster di Indonesia makin berkurang.
“Sedih saja saya. Karena lobster besar tidak ada. Karena sudah hilang dibawa ke Vietnam. Vietnam punya banyak lobster besar,” ucapnya.
(INT)

Comment