by

Menanti Tersangka Baru di Korupsi Bandara Banda Neira

Tim penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira memastikan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan bandara Banda Neira.

Sumber penyidik Cabang Kejari Ambon di Banda Neira mengatakan, tidak lama lagi, tersangka baru akan diekspos penyusul dua terpidana yang tengah menjalani hukuman di Lapas Kelaa II A Ambon, dalam perkara pembangunan Bandara Banda Neira.

Pasalnya, dari total saksi yang diminta keterangan, tinggal tersisa dua saksi lagi yang belum diperiksa. Sehingga dalam waktu dekat, kasus ini sudah ada penetapan tersangka baru.
” Tidak lama lagi, sudah ada tersangka baru,” ujar sumber itu menolak namanya di korankan, Minggu (21/7).

Terpisah, Kacabjari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi yang dikonfirmasi berdalih, belum bisa berbicara soal penetapan tersangka.
Menurutnya, perkara ini, masih dalam tahap penyelidikan pihaknya bersama tim. Sehingga biarkan kejaksaan bekerja untuk membuka kasus ini secara terang benderang.

“Kalau bilang penetapan tersangka saya belum masuk ke situ. Karena kasusnya masih penyelidikan. Ikuti saja proses penyelidikan yang berlangsung,” tandasnya.

Ditanya soal apakah bukti-bukti kuat untuk menetapkan tersangka, kata Junaedi, jika ditelaah berkas perkara selama dalam penyelidikan. Adanya indikasi kuat, tersangka baru dalam perkara ini. Hanya saja, karena kasusnya masih penyelidikan sehingga belum bisa di publis. “Ini juga bagian dari materi tim jaksa jadi ikuti saja,” tandasnya.

Sebelumnya, Ardian Junaedi mengatakan, sejak kasus ini dilakukan penyelidikan, sudah 11 saksi diperiksa oleh gabungan.

“Sudah 11 saksi kita periksa. Ini kita lakukan untuk membuka kasus ini secara terang benderang,” ujar Ardian, Minggu (18/7).

Menurutnya, terhadap perkara ini, total 13 saksi akan diperiksa. Sehingga masih tersisa dua saksi yang belum diperiksa, yakni saksi ahli dan saksi fakta.
“Masih tersisa dua saksi. Satu ahli dan satu saksi fakta,” tandas Ardian.

Diberitakan media ini sebelumnya, setelah dua terpidana yang dijerat dalam kasus ini, Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, serta Pelaksana Proyek, Welmon Rikumahu diperiksa beberapa hari lalu, jaksa penyelidik juga menggarap Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bandara Banda Neira, Pertrus Marina.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neira Ardian Junaedi mengatakan,Petrus Marina diperiksa dalam kapasitas selaku PPK proyek Bandara Banda Neira.

“Saksi diperiksa sejak pukul 11.00 Wit-15.00 WIT. Dia diperiksa jaksa penyelidik Eko Nugroho di ruang pidsus Kejari Ambon,” jelas Ardian, Kamis (15/7).

Menurutnya, dari sejumlah pertanyaan yang diajukan ke saksi yang kini menjabat selaku kepala Seksi di Bandara Makassar ini, semuanya seputaran tugas dan tanggungjawabnya selaku PPK Proyek Bandara Banda Neira.
“Saksi dicecar dengan puluhan pertanyaan,” imbuhnya.
Menurut jaksa dengan pangkat satu bunga melati ini, pemeriksaan terhadap perkara bandara banda Neira terus berlangsung. Sebab, ada indikasi kuat, kasus ini akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Dalam penyelidikan ini, kita masih periksa sejumlah saksi. Pada intinya bukti-bukti kita kuat untuk menaikkan status kasus ini penyidikan (sidik),” tandasnya.

Data yang dihimpun Beritakota Ambon, proyek yang dikerjakan tahun 2014 lalu ini total anggarannya sebesar Rp.2 miliar lebih, yang dikerjakan PT Parama Andika Raya milik terpidana Sijane Nanlohy.

Akan tetapi, dalam realisasi pekerjaan, terpidana Sijane, menyuruh terpidana Marthen Philipus Parinussa untuk mengerjakan proyek tersebut.

Selanjutnya, Parinussa bekerjasama dengan saksi Welmon Rikumahu. Kemudian dalam pekerjaan di lapangan, yang turun dan bekerja di lapangan adalah Welmon Rikumahu.
Sehingga dari duit negara Rp.2 miliar lebih itu, dicairkan melalui Sijane Nanlohy sebagai Direktris perusahaan. Kemudian Sijane menyerahkan uang sebesar Rp.1 miliar lebih kepada Marthen Parinusaa, selanjutnya Parinussa menyerahkan sebagian kepada saksi Welmon.

Dalam kasus ini, kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira akan terus menggali bukti-bukti akurat dari sejumlah saksi. Pasalnya, perkara ini belum diungkap tuntas sejak mantan kepala Cabang yang lama.(SAD)

Comment