by

MENCARI MALAM LAILATUL QADR

Oleh: Luthfi Rumbalifar (Relawan Nusantara Ambon, Guru SMA As Salam Ambon)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al-Qur’an) pada malam Qadar itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (Qs. Al-Qadr:1 dan 3)

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bangun di malam Laiilatul Qadr karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu diampuni.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW sanantiasa mencari malam Lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada malam sepuluh terakhir, dengan harapan mendapatkan malam Lailatul Qadr. Di dalam Musnad dari Ubadah, Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam Lailatul Qadr, lalu ia benar- benar mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang”.

Wahai orang-orang yang telah menyia-nyiakan umurnya, kejarlah segala sesuatu yang terlupakan atas dirimu pada malam Lailatul Qadr itu. Sebab malam itulah sebagai pengganti umur. Beramal pada malan itu, lebih baik dari pada seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam ganjil, dan lebih diharapkan lagi pada malam dua puluh tujuh.

Berdasarkan riwayat Muslim dari Ubay bin Ka’ab ra bahwa ia berkata “Demi Allah, sungguh aku mengetahui datangnya malam itu. Yaitu pada malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk menghidupkannya, yaiti malam kedua puluh tujuh”.

Sampai-samapi Ubay bersumpah untuk hal itu, beliau berkata, “aku dapat mengenalnya melalui tanda-tanda dan alamat yang diberitahukan Rasulullah SAW kepada kami, yaitu matahari terbit tanpa cahaya yang menyilaukan pada pagi hari”.

Dalam kitab shahih diriwayatkan dari Aisyah ra. Bahwa ia berkata, “Ya Rasulullah, apa yang aku baca bila bertempatan dengan malam itu?” Rasulullah bersabda “bacalah Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul’afwa wa’fu’anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku)”.(*)

Comment