by

Mengukuhkan Moderasi Dalam Konteks Orang Basudara

Ambon, BKA- Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) menggelar dialog Kebangsaan dengan tema meneguhkan moderasi beragama dalam konteks hidup orang basudara yang dilaksanakan pada salah satu caffe di kawasan STAIN Ambon.

Dialog yang di gelar yang melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di kota Ambon ini dengan harapan nantinya para mahasiswa yang hadir akan menjadi agen untuk menyebarkan perubahan dan gagasan-gagasan yang di dapatkan pada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Direktur Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) juga sebagai Direktur ARMC Abidin Wakano kepada wartawan setelah dialog tersebut, Kamis (12/2), menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari pada pencerahan kepada mahasiswa yang merupakan insan cendikia, akademis yang harus terus dapat mengasah ketajaman berpikir serta kecerdasan dalam kehidupan keagamaan.

Dijelaskanya, orang yang memiliki literasi tradisi beragama dan dialog yang kuat mereka dapat menerima keberagaman pemikiran keagamaan Mazhab dan memiliki sikap insklusif, egaliter untuk menghardai sesama dengan sendirinya akan muncul moderasi beragama.

Wakano juga menerangkan, orang yang susah berdialog dengan wacana yang terbuka dan tradisi literasi yang kuat ini memiliki sikap eksklusif, ini merupakan akar bagi tumbuhnya sikap yang cendrung untuk lebih menyalahkan orang lain hingga dapat menimbulkan sikap beragama dalam tanda kutip yakni sikap radikal.

“Saya kira ini sebuah bentuk pencerahan mahasiswa sebagai insan cendikia, insane akademis harus terus mengasah ketajaman berpikir, kecerdasan dalam kehidupan keagamaan karena pada dasarnya orang yang punya literasi tradisi beragama yang kuat, yang memiliki tradisi dialog yang kuat bisa menerima keberagaman pemikiran keagamaan punya sikap Mazhab dan sebagainya punya sikap inklusif ,sikap egaliter untuk menghargai sesama akan muncul apa yang di sebut dengan moderasi beragama” Ujar Wakano.

Sementara itu Hasbullah Toisuta mantan Rektor IAIN Ambon dan Nurlaiha Ibrahim Koordinator JAKFI Maluku yang juga hadir sebagai pembicara dalam dialong tersebut juga mengajak mahasiswa yang hadir untuk selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, yang di mulai dari hal-hal yang di jalani baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat , melalui kajian-kajian pemikiran.
“ Diharapkan, melalui pertemuan dialog seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi di harapkan peserta yang hadir dapat menjadi contoh kehidupan beragama yang baik, sehingga bangsa ini ke depanya akan di kawal oleh generasi muda yang memiliki wawasan dan pola pikir lebih menghargai perbedaan dan keberagaman dalam bingkai kebinekaan untuk Indonesia yang damai,” pungkasnya.(SAD)

Comment