by

Menhub soal Tarif Angkutan New Normal: Tak Serta Merta Naik

Jakarta, BKA- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan tarif angkutan tidak serta merta naik, meskipun biaya operasional sektor transportasi akan meningkat karena adaptasi kebiasaan baru (new normal).Adaptasi yang dimaksud adalah penerapan protokol kesehatan covid-19 dengan jaga jarak, sehingga okupansi atau tingkat keterisian penumpang di angkutan menjadi berkurang.

“Ini harus segera kita cari solusinya. Kenaikan tarif tidak serta merta bisa dilakukan karena akan membebankan masyarakat. Perlu ada solusi, apakah pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan lain,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Minggu (7/6).

Maklum, di satu sisi, operator moda transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodir protokol kesehatan covid-19. Namun, di sisi lain, pendapatan menjadi berkurang karena okupansi tidak diperbolehkan sampai 100 persen.

Sementara, dalam menghadapi adaptasi new normal, sambung Budi Karya, yang diutamakan adalah aspek kesehatan dengan membangun transportasi yang lebih higienis, humanis, dan less contact.

Oleh karena itu, Budi Karya menegaskan perlu ada kolaborasi dan saling dukung dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri, termasuk akademisi dan organisasi masyarakat untuk mencari solusi sektor transportasi di era new normal.

“Tantangan itu harus kita hadapi bersama sesuai prinsip ‘berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing’ sesuai dalam tradisi kegotongroyongan kita,” imbuh dia.

Saat ini, Kemenhub tengah menggandeng sejumlah universitas, yakni UGM, UI, ITB, dan ITS untuk melaksanakan sejumlah kajian yang menghasilkan policy paper dari berbagai sudut pandang sebagai bahan-bahan penyusunan kebijakan sektor transportasi menghadapi kebiasaan baru.

“Dalam kesempatan ini, kami mengajak kepada seluruh perguruan tinggi untuk terus aktif memberikan masukan kepada pemerintah dan turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dinilai penting, dalam upaya memitigasi dampak covid-19 dan kesiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Sebagai informasi, dengan pembatasan sosial dan pergerakan penumpang pada masa pandemi covid-19, telah berdampak pada lumpuhnya aktivitas sosial ekonomi. Meski, sektor transportasi masih juga tetap beroperasi untuk misi-misi kemanusiaan dan mempertahankan rantai pasok logistik.

Pada April 2020, menurut BPS, jumlah penumpang pesawat udara turun sangat tajam, yakni 81,7 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau turun 85 persen dibandingkan dengan April 2019. Selain itu, transportasi darat, laut dan kereta api juga merosot.

Pemerintah tengah menyiapkan konsep tataran kebiasaan baru, yaitu suatu konsep tentang pola hidup yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru yang lebih sehat.

Dengan demikian, aktivitas masyarakat aman dari ancaman covid-19, namun tetap bisa produktif untuk melangsungkan kegiatan ekonominya. (INT)

Comment