by

Menperin Ungkap 2 Persen Kasus Corona Dialami Buruh Pabrik

Jakarta, BKA- Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sekitar dua persen dari total kasus Covid-19 di Indonesia merupakan karyawan pabrik. Hal ini disebabkan masih longgarnya penerapan protokol kesehatan di lapangan.

Melihat kondisi itu, kementeriannya bersama stakeholder terkait terus berkoordinasi untuk dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan di sektor industri. Per Minggu (20/9), total jumlah kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 244.676 kasus di mana 177.327 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.553 meninggal dunia.

“Kami telah mengimbau kepada pelaku industri agar juga memperhatikan kegiatan para pekerjanya di luar, baik itu sebelum atau sesudah mereka masuk pabrik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diunggah di situs Kemenperin, dikutip Minggu (20/9).

Meski karyawan pabrik yang terinfeksi cukup besar, menurut Agus, virus terpapar dari luar lingkungan kerjanya.

“Mungkin mereka di luar pabrik tidak memperhatikan protokol kesehatan ketika berkerumun. Karena saya yakin, penyebaran virus di perusahaan sangat minim,” ujarnya.

Agus menuturkan, Kementerian Perindustrian akan terus memantau dan menjaga aktivitas sejumlah sektor manufaktur strategis di tengah masa pandemi Covid-19, seperti industri makanan dan minuman yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Dalam hal ini, operasional pabrik tersebut harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu karena juga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ucapnya.

Ia juga menilai perusahaan yang sudah memegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) mampu meningkatkan produktivitasnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

“Ini terbukti dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang mulai meningkat. Karena IOMKI ini menjaga bagian supply¬≠¬≠-nya agar tidak terganggu, baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” terangnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pelaku usaha dan asosiasi yang menunjukkan peningkatan kinerja industri makanan dan minuman pada Juli. Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang tahun ini diproyeksi mencapai 3-4 persen.

Kemenperin mencatat, pada kuartal I Tahun 2020, sektor industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen.

Beikutnya, pada semester I tahun 2020, industri makanan dan minuman memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor pada sektor manufaktur, dengan angka menembus US$13,73 miliar. Sektor unggulan ini mampu menunjukkan geliatnya menembus pasar internasional di tengah pandemi Covid-19. (INT)

Comment