by

Menpora Tegaskan PON di Sumut-Aceh Tetap Digelar Tahun 2024

Sumatera Utara dan Aceh sebagai tuan rumah dipastikan akan tetap menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2024. Hal ini ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Medan, Kamis (12/11/2020).

Penegasan Menpora ini sekaligus menjawab keraguan penyelenggaraan PON 2024 yang sempat dikhawatirkan mundur ke 2025, mengingat, PON 2020 juga mundur setahun menjadi tahun 2021, karena pandemi Covid-19.

“PON tetap 2024. Setelah saya kembali dari sini (Sumut), saya segera tanda tangani SK untuk Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Zainudin saat Uji Publik Grand Design Olahraga di Hotel JW Marriot, Kamis (12/11/2020).

Pada kesempatan itu, Zainudin juga menyatakan dukungan untuk Sumut yang akan mulai membangun Sport Centre di kawasan Deliserdang sekitar Bandara Kualanamu, untuk persiapan tuan rumah PON. “Komitmen Menpora mendukung itu (sport centre) 100 persen. Jangan diragukan,” tegasnya.

Dijelaskan Zainudin, Sumut sejak dulu selalu menjadi daerah yang menyumbang banyak prestasi dan atlet-atlet berbakat. “Niat Sumut jadi tuan rumah PON 2024 harus ada dukungan fasilitas. Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik. Dengan komitmen semuanya apa yang diinginkan Pak Gubernur (Edy Rahmayadi) bukan hal yang sulit,” jelasnya.

Dia juga yakin prestasi Sumut di bidang olahraga akan kembali bangkit. “Dan akan jadi penyumbang timnas di berbagai cabang olahraga. Saat Haornas yang lalu sport tourism. Sumut juga jadi tujuan wisata bahkan super perioritas. Negara-negara lain kini juga mengembangkan sport tourism. Sinergi pemerintah pusat dan daerah khususnya Sumut harus lebih baik,” bebernya.

Zainuddin juga menyebutkan pentingnya grand desain dalam proses pencapaian prestasi. Menurutnya, prestasi keolahragaan tidak dapat diperoleh dengan proses yang instan. Melainkan dengan road map atau peta jalan yang jelas dan rinci.

“Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang kita pilih untuk Uji Publik Grand Desain Keolahragaan Nasional, karena kita tahu bersama Sumut ini termasuk gudang para atlet. Salah satu provinsi di luar Jawa yang selalu peringkat atas pada pertandingan nasional. Selain itu, para atletnya menonjol di cabor-cabor tertentu seperti sepak bola dan tinju,” tuturnya.

Selama 75 tahun Indonesia merdeka, kata Zainudin, ternyata belum ada grand desain keolahrgaan yang dirancang untuk memajukan dunia olahraga. “Selama 75 tahun Indonesia merdeka, enggak pernah ada grand design untuk olahraga kita. Jadi bicara prestasi kalau gak punya design tidak bisa. Harus ada roadmoapnya kalau kita mau jalan dengan tujuan prestasi. Pembinaan itu ujungnya prestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Edy Rahmayadi mengatakan pembangunan sport center yang diklaim akan menjadi pusat olahraga terbesar di Indonesia bahkan di Asia akan dimulai pada awal Januari 2021.

Selanjutnya, Zainudin menyampaikan harapan agar para peserta memberi masukan pada Uji Publik Grand Desain Keolahragaan Nasional, baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual, yang berlangsung tanggal 12-13 November 2020.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah menayangkan rancangan Sumut Sport Center yang telah mulai pembangunannya, diawali dengan groundbreaking pada bulan Agustus tahun 2019.

Menjelaskan berbagai gedung dan fasilitas yang dibangun di kawasan tersebut, Edy berharap Sumut Sport Center menjadi salah satu upaya mendukung kemajuan dunia olahraga di Indonesia.

“Sport Center yang kita bangun di atas tanah seluas 300 hektare ini disiapkan untuk ajang olahraga nasional maupun internasional. Mudah-mudahan rampung tahun 2024 dan menjadi arena olahraga terbesar di Asia. Kami mohon dukungan dari Bapak dan Ibu semua agar pembangunan ini bisa berjalan lancar. Dan keolahragaan kita semakin maju dan semakin berprestasi hingga tingkat internasional,” harap Edy.

Diketahui, beberapa perencanaan dan konsep yang termuat dalam Grand Desain Keolahragaan Nasional adalah pembinaan olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi dan pemassalan olahraga di semua lapisan masyarakat. Grand Desain Keolahragaan Nasional akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dengan sasaran jangka menengah dan panjang dalam kurun waktu tahun 2020-2045. (INT)

Comment