by

Menyusahkan Jika PJJ Berlanjut

Ambon, BKA- Berdasarkan hasil evaluasi, kualitas pendidikan maupun karakter anak-anak semakin menurun. Bahkan jauh dari standar yang diharapkan.

Sehingga jika pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap dilanjutkan, kata Kepala SMA Kristen Passo, Adriana Tatipata, akan semakin menyusahkan. Bukan saja bagisiswa, tapi juga orangtua dan guru.

“Jadi, kalau PJJ dipertahankan, maka kita semakin kesulitan. Karena bukan saja siswa dan orangtua, tapi para guru juga terbeban dengan PJJ ini. Saya tidak tahu di sekolah lain, tapi di SMA Kristen Passo, guru sangat terbebani. Kasihan kita kan belajar Luring, jadi mereka harus datangi rumah siswa setiap hari. Jadi kalau mau jujur, PJJ ini sangat membebani kita,” ungkap Tatipata, Kamis (17/12).

Sedangkan terkait rencana belajar tatap muka pada Januari 2021 mendatang, Tatipata mengaku, belum mengetahui secara pasti. Namun dia berharap, agar hal itu dapat terealisasi.

“Memang dari segi kebijakan, kita berbeda. SMA menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Maluku). Tapi karena kita dalam wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, jadi soal belajar tatap muka kita tergantung keputusan Pemkot. Tapi juga kan harus disesuaikan dengan kondisi dulu. Karena itu, kita berdoa, semoga Kota Ambon cepat keluar dari pandemi, supaya kita bisa belajar tatap muka di tahun 2021.”harap Tatipata. (LAM)

Comment