by

Meski Terkendala, Siswa Dituntut Tetap Belajar Daring

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 47 Ambon, Semmol Wenno, mengatakan, meski belajar Daring terkendala fasilitas, siswa tetap dituntut untuk tetap belajar Daring, lantaran pemerintah belum mengijinkan belajar tatap muka.

Sebenarnya Wenno merasa prihatin melihat kondisi siswa yang kesulitan dalam belajar. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena sekolah tidak punya kewenangan untuk mengambil kebijakan belajar tatap muka.

Jadi, meski siswa memiliki kendala belajar daring, tapi hal itu terus dilakukan. Karena tidak semua materi pelajaran harus diajarkan secara Luring. Perlu juga dilakukan tatap muka secara online.

“Jadi selain kita lakukan Luring, ada juga Daring yang harus diikuti semua siswa. Sebab ada mata pelajaran tertentu yang perlu tatap muka online. Misalnya, pelajaran pendidikan jasmani, olahraga tdan kesenian (PJOK). Siswa diminta peragakan sesuai apa yang dilakukan oleh guru secara online. Itu seperti semester kemarin. Jadi prakteknya secara online juga. Soal maksimal dan tidak, itu soal berikut. Yang penting anak-anak bisa ikut proses belajar,” ujar Wenno, Rabu (20/1).

Menurutnya, apa yang dilakukan pada semester ini, sama dengan dengan apa yang sudah dilakukan pada semester sebelumnya.

Hal itu, katanya, agar siswa tidak merasa terbebani dengan pola atau teknik belajar yang baru. Pasalnya, apapun strategi sekolah, tetap saja belajar Daring dan Luring tidak efektif. Malah tambah bikin siswa semakin jenuh.

“Intinya, anak-anak tidak berhenti belajar saja. Jadi kita tetap belajar Daring menggunakan alur yang sama. Tidak ganti atau perbaruhi. Karena mau buat semenarik apapun pola belajar Daring, tetap saja anak tidak belajar maksimal. Jadi kita jalan dengan pola yang ada saja, sambil tunggu intruksi belajar tatap muka. Kita berdoa, semoga pandemi ini cepat selesai, supaya anak-anak kembali belajar di sekolah,” harap Wenno. (LAM)

Comment