by

Minta Bupati KKT Pecat Kades Alusi Tamrian

Ambon, BKA- Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon diminta untuk segera memecat Kepala Desa (Kades) Alusi Tamrian Yosep Resilay, yang menyergap DY, istri dari Rafael Solilit yang kedapatan menyekap dua hari satu lama DY di hotel Karisma Saumlaki.

Perilaku kurang terpuji itu, diketahui oleh suami DY ketika DY kembali ke desa Alusi Tamrian. Kecurigaan Rafael ketika istrinya menyampaikan bahwa Ia hendak ke Saumlaki Karena saat itu, Refael berada di Saumlaki. Namun selama dua malam istrinya takunjung pulang ke rumah.

Rafael kemudian kembali ke desa Alusi Tamrian setibanya di desa itu dan menanyakan keberadaan istrinya kepada mertuanya. Rafael justru mendengar jawaban yang tidak enak. Bahwa istrinya telah ke Saumlaki pada dua hari yang sebelumnya.

“Dua hari tidak ada kabar dari tanggal 24 dan 25 April 2020, saya menanti dikampung. Pada malam ketiga perjalanan, istri saya baru tiba di kampung tanpa ke rumah di Saumlaki. Setelah istri saya sampai di rumah, saya menanyakan keberadaan dirinya selama dua hari disaumlaki. Karena takut maka, dia meminta untuk nanti dia jelaskan jika telah kembali ke Saumlaki esok harinya,” ungkap Rafael kepada koran ini, Minggu (11/4).

Lanjutnya, sesampai di Saumlaki, istrinya dengan jujur menceritakan semua kejadian yang menimpahnya selama dua malam satu hari di hotel Karisma.

Dimana istrinya disekap oleh Kades tersebut. Namun pengakuan DY lantas membuat suaminya geram hingga melaporkan Kades Alusi Tamria.

Kasus bajeat itu telah sampai pada tahapan persidangan dengan no registrasi perkara: 31/PID.G/SML/2021.

Rafael melalui kuasa hukumnya Andreas M Go meminta Bupati Kepulauan Tanimbat Petrus Fatlolon untuk dapat menyikapi persoalan ini, mengingat Yosep Resilay adalah kades.

“Sebagai kuasa hukum meminta kepada pa Bupati agar dapat memberhentikan saudara Yosep sebagai kades, sementara sampai menunggu putusan pengadilan nanti” ujar Go.

Dikatakan, Yosep adalah pucuk pimpinan di desa yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.

“Pribadi ya, terlepas dari kuasa hukum bagi klaen saya. Perilaku bejat itu saya mengutuk ya. Seacara tegas saya ulang ya, saya kutuk tindak atau perilaku tidak terpuji yang dilakukan Yosep sebagai kades,”” tegasnya.

Harapannya, perkara ini suda ada pada fase tuntutan dari pihak Kejari Saumlaki, sehingga Bupati semestinya ambel langka bijak dalam menyikapi kasus ini.

“Saya harap Pak Bupati harus bijak untuk memberhentikan Yosep sementara dari jabatan sebagai kades. Agar tidak membuat kegaduhan nanti di desa Alusi Tambrian” harapnya. (BTA)

Comment