by

Minta Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi Rp.18 Miliar

Praktisi hukum di Maluku, Fileo Pistos Noija, meminta kepada penyidik Kejati Maluku agar segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016 senilai Rp 18 miliar.

Menurutnya, Kejati Maluku telah mengekspos kasus tersebut ke tahap penyidikan, maka sangat jelas, kejati Maluku sudah mengetahui siapa aktor dibalik korupsi anggaran Rp.18 miliar ini.
“Saya yakin kejati sudah punya bukti kuat, karena mereka sudah mengekspos kasus itu ke tahap penyidikan,” ujar Noija, melalui selulermya. Rabu (7/7).

Kata dia, tidak ada alasan jika kejati masih lama dalam menetapkan tersangka dalam perkara ini.
” Saya kita jika memang Kejati terlalu berlarut-larut, pasti ada konsekuensi hukumnya. Karena ditakutkan, jangan sampai pihak yang punya kepentingan dalam kasus ini melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Untuk itu, segera tetapkan tersangka saja, sambal menunggu hasil audit dari badan Inspektorat Provinsi Maluku,” tandasnya.
Sebelumnya Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengatakan, terhadap berkas perkara anggaran belanja langsung di Setda SBB, tim penyidik sampai kini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Provinsi Maluku.

“Jadi kejati sekarang lagi menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara,” ungkap Kareba, Minggu (27/6).
Menurut Kareba, penetapan tersangka terhadap perkara ini belum bisa dilakukan mengingat hasil audit belum rampung.
“Kalau penyidik bilang tunggu hasil audit baru tetapkan tersangka maka itu lah wewenang mereka. Kita tidak bisa intervensi sampai sejauh itu. Karena uang 18 miliar ini nilainya fantastis,” jelasnya.
Awal diberitakan,kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016 senilai Rp 18 miliar terus bergulir.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Wahyudi, mengungkapkan, setelah status kasus itu ditingkatkan ke penyidikan, penyidik langsung bergerak cepat menggarap Sekda SBB.
Bahkan pemeriksaan itu, kata Wahyudi, sudah dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah lalu.

“Sekda sudah diperiksa sebelum masuk lebaran. Info ini sesuai konfirmasi dari Kasi Dik, yang memeriksa langsung saksi (Sekda),” katanya, Senin (31/5).
Sumber penyidik di Kejati Maluku mengaku, pada Sekda SBB itu, penyidik mencecarnya dengan puluhan pertanyaan. Dia juga diperiksa seputaran tanggungjawabnya sebagai KPA dalam anggaran Rp 18 miliar tersebut,” jelas sumber penyidik tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Maluku tengah membidik kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Setda SBB tahun anggaran 2016, senilai Rp.18 miliar.
Bahkan dari informasi yang diterima BeritaKota Ambon, Kejati Maluku telah melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan.

Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Martopo, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.
“Iya benar. Kasus tersebut adalah kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung di Setda SBB. Statusnya sudah naik penyidikan,” akui Martopo, Jumat (28/5). (SAD)

Comment