by

Minta Pemda Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Ambon, BKA- Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kota Ambon, kembali diminta untuk segera membuat skema uji coba belajar tatap muka di tahun 2021. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin kepada koran ini, Rabu (16/12).

Politisi PPP ini menilai, mengawali tahun 2021 sesuai Surat Keterangan Bersama (SKB) Kemendikbud, Kemenkes, Kemenag dan Kemendagri terkait rencana belajar tatap muka bagi daerah yang tidak mengalami zona merah penyebaran Covid-19, maka perlu menyiapkan skema uji coba belajar tatap muka demi menjaga kualitas mutu pendidikan.

“Pemprov dan Pemkot lewat Dinas Pendidikan, khususnya Kota Ambon, seharusnya di tahun depan sudah seharusnya siswa mendapat pelajaran tatap muka dengan guru. Dan seharusnya ada yang katanya uji coba siswa dengan guru,” tandas Rovik.

Dikatakan, sebelum diterapkan proses belajar tatap muka, maka perlu ada uji coba terlebih dahulu. Sebab kalau tetap mengharapkan proses belajar daring, maka bagaimana nanti pendidikan anak Maluku kedepan, terkhusus kota Ambon.

“Situasi sekarang ini, sekolah bukan cuma kita mau anak kita dikasih pintar. Tapi anak dididik bukan cuma otaknya, tapi mentalitasnya, karakternya. Sebab, karakter bukan hanya lewat dialog diskusi guru dengan murid, baik lewat WA itu sudah tidak ada zaman lagi,” ujarnya.
Rovik juga berharap, agar dalam penerapan belajar tatap muka harus ada sample beberapa sekolah dulu yang menerapkan. Sehingga harus berani untuk melakukan uji coba dengan perbandingan 30 persen dalam satu ruang belajar, dan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Sekarang ini, shalat Jumat sudah diperbolehkan, pasar-pasar dan mall-mall juga itu juga sudah dibuka, termasuk bioskop. Masa kok sekolah tatap muka tidak bisa diterapkan ?,” heran dia.

Dirinya menilai, sekolah tatap muka bisa disiasati dengan menggunakan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Maka perlu dilakukan uji coba dulu 30 persen didalam ruangan dan diimbangi waktu belajarnya.

“Beberapa kabupaten, sudah mencoba pola ini. Jadi apa salahnya untuk Kota Ambon juga ditetapkan. Kenapa tidak bisa dilakukan ? Ini agar kita bisa membangun kepercayaan diri, dan hidup berdampingan dengan corona,” tandasnya.

Menurut dia, sekolah yang belum bisa menggelar belajar tatap muka, bisa menganggu psikologi masyarakat. Sehingga perlu kepercayaan masyarakat sudah harus dikembalikan, salah satu cara untuk menguatkan imun tubuh. (RHM)

Comment